breaking news New

Pengamat: Ini Kriteria Yang Harus Dimiliki Balon Pemimpin NTT

Jakarta,Kabarnusaara.net-Pengamat Politik Indopolling Network, Wempi Hadir, menuturkan beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang calon pemimpin yang mau bertarung pada pilgub provinsi NTT pada 2018 mendatang.

Wempi, mengatakan dalam berbagai survei persepsi publik yang dilakukan Indopolling Network di beberapa tempat di seluruh Indonesia meng-capture banyak hal. Dengan demikian, kata Wempi hal yang sama juga berlaku di NTT yang sebentar lagi akan melangsungkan proses pemilihan gubernur.

Kriteria yang maksudkan Wempi, diantaranya pertama adalah, adanya harapan publik akan terpilihnya pemimpin yang dekat dengan rakyat.

“Artinya bahwa yang terpilih harus mampu menjawab persolan yang dihadapi oleh rakyat dan memberikan solusi yang jitu. Persoalan tersebut adalah misalnya masalah infrastruktur, kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kesehatan dan berbagai persoalan sosial,” kata Wempi, di Jakarta, Minggu (2/4/2017)

Namun, kata Wempi, terkadang dipersepsikan secara salah oleh kandidat bupati/walikota atau gubernur. Seolah dekat dengan rakyat adalah keseringan bersama rakyat. Padahal yang dingingkan adalah soal adanya solusi yang tepat atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Kedua adalah, beritegritas. Seorang calon gubernur NTT ke depan harus memiliki intergritas yang tinggi.

“Tanpa integritas yang tinggi, maka sangat sulit bagi untuk sekedar mengimajinasikan NTT yang lebih baik,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Wempi, publik NTT tentunya menempatkan point integritas sebagai prasyarat untuk memberikan dukungan.

“Untuk melacak integritas seorang calon, tentu kita bisa melacak rekam jejak (track record) calon. Kita tentu tidak akan memilih pemimpin yang memiliki catatan masa lalu yang buruk,” tegasnya.

Selain berintegritas, menurut Wempi, kriteria yang ketiga adalah mepunyai kemampuan. Artinya bahwa pemimpin NTT ke depan tidak hanya pemimpin yang karena popularitas, lantas ingin mencalonkan diri.

“Perlu juga kita menelusuri konsepsi sang calon tentang bagaimana NTT ke depan baik untuk 5 tahun maupun jangka waktu yang panjang,” jelas dia

Menurut dia, pemimpin harus memahami persoalan apa yang terjadi di NTT dan kemudian apa yang harus dilakukan.

“Solusi yang ditawarkan tentunya harus konkrit. Tidak bisa memberikan solusi ibarat angin sorga kepada rakyat. Dengan demikian kita bisa katakan bahwa NTT membuahkan pemimpin yang mempunyai konsepsi yang matang untuk membangun NTT dalam jangka waktu yang panjang, tidak hanya sekedar 5 tahun,” tutur Wempi.

Lebih lanjut Peneliti Indopolling Network itu mengatakan, kriteria yang keempat adalah calon pemimpin juga harus loyalitas.

“Kita berharap bahwa pemimpin yang memimpin NTT harus mempunyai loyalitas. Loyalitas dalam konteks ini tentu bukan loyalitas kepada pengusaha dan pemimpin partai. Kalau itu yang terjadi maka budaya patron-klien tidak bisa dihindari. Pemimpin mengabdi kepada tuan pengusaha dan tuan partai politik,” jelas dia.

Seringkali, lanjutnya, yang terjadi adalah pemimpin loyal terhadap partai dan penguasa bukan kepada rakyat yang memilihnya. Karena sesungguhnya, kata dia, kuasa itu milik rakyat.

Selain keempat kriteria di atas, tentu masih ada kriteria lain yang diinginkan oleh public atau pemilih.

“Jika calon pemimpin NTT tidak memenuhi harapan publik di atas, maka dapat dipastikan akan sangat sulit untuk memenangkan pertarungan pilgub NTT,” pungkas dia. (Ervan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password