breaking news New

Granat Riau Tolak Rehabilitasi Ridho Roma

Keterangan Foto : Larshen Yunus selaku Ketua GRANAT Riau (berpeci),  Bersama Akademisi Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau  (UIN SUSKA Riau)

Riau, kabarnusantara.net – Lagi-lagi Dunia hiburan Tanah Air heboh. Sebanyak 0,7 gram Narkotika  jenis sabu-sabu beserta alat hisapnya dan beberapa butir obat terlarang didapati dari tangan dan mobil Pangeran Dangdut Ridho Rhoma.  Lagi-lagi artis terjerat kasus Narkotika.

Kali ini penyanyi dangdut dan anak dari raja dangdut tanah air, Rhoma irama yang ditangkap karena kedapatan memiliki 0,7 gram sabu-sabu di sebuah hotel di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu 25 Maret dini hari. Tes urine Ridho ternyata positif mengandung Narkotika.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua GRANAT Riau, Larshen Yunus mengatakan perlu hukuman berat kepada pengguna Narkoba.

“Perang terhadap Narkotika sebenarnya sudah sejak lama dilakukan termasuk dengan menghukum mati para bandar Narkotika kelas kakap.  Tetapi korban terus berjatuhan. Apakah perlu hukuman mereka diperberat. Ya, harus dihukum berat,” tukas Larshen.

Sebagaimana dilansir pada akun media sosial facebook, Direktorat Granat Riau, Debbie Veramasari, kakak Ridho Rhoma yang datang keesokan harinya ke Mapolres Metro Jakarta Barat ingin agar adiknya itu direhabilitasi.

Namun, para Aktivis Granat Riau menilai ada kejanggalan, karena itu menyatakan sikap tegas agar Ridho Rhoma harus dihukum seberat-beratnya.

“Spesifikasi terhadap Korban yang direhabilitasi tidak terdapat pada seorang Ridho Rhoma. Beliau itu artis papan atas dan tentunya memiliki tingkat pengetahuan yang luas. Tidak mungkin beliau menjadi korban, kalau tidak berasal dari diri sendiri,” Larshen, Ketua GRANAT Riau tersebut.

Dalam menangani kasus tersebut, Polisi sempat menggelar reka ulang penangkapan Ridho Rhoma di halaman sebuah hotel di Jakarta Barat. Sebanyak 13 adegan dilakukan Ridho dengan kooperatif. Polisi juga menggeledah apartemen MS yang ikut ditangkap bersama Ridho. Meski perasaannya campur aduk, ayah Ridho yang dijuluki sang Raja Dangdut Rhoma Irama berharap anaknya bisa direhabilitasi.

Sementara itu, guna mendalami sudah sejauh mana Ridho menggunakan Narkotika jenis sabu-sabu, penyidik membawa Ridho bolak-balik ke Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN).  Awalnya Ridho menggunakan penutup wajah. Namun dua hari kemudian, di tempat yang sama, Ridho sudah kelihatan lebih santai. Menggunakan baju tahanan Polres Metro Jakarta Barat tanpa menutupi wajahnya. Namun tetap saja beliau melamun dan tak sepatah katapun keluar dari pelantun tembang “Menunggu” itu.

Larshen menambahkan, rehabilitasi untuk seorang artis tidaklah tepat. Karena itu ia menentang upaya rehabilitasi yang akan dikenakan kepada Ridho Roma.

“Sementara yang penting diketahui, pengguna Narkotika  yang terjerat kasus hukum tak dapat dengan mudah bisa direhabilitasi.  Sebab,  harus memenuhi tiga syarat yaitu baru satu kali tertangkap polisi, menjalani pemeriksaan rekam jejak oleh BNN, dan menanti vonis rehabilitasi oleh hakim di pengadilan. Saat ini, rehabilitasi atas Ridho Rhoma pun menuai pro dan kontra,” jelasnya.

“Sebab seringkali artis terjerat narkoba dan dengan mudahnya  meminta untuk direhab.  Hal ini sangat berbeda dengan pengguna dari kalangan rakyat jelata. Itulah sebabnya penjara makin penuh narapidana kasus narkoba,” lanjut Larshen Yunus.

Atas kasus Ridho Rhoma ini, Aktivis GRANAT Riau memandang artis terjerat Narkotika hanya puncak dari gunung es atas masalah penyalahgunaan Narkotika.  Pencegahan pun harus segera dilakukan mulai dari keluarga terdekat, saudara, dan masyarakat setempat dimana domisili tempat tinggal yang bersangkutan. (Hip/KbN)

16 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password