breaking news New

Ini SMK Swasta Pertama Yang Selenggarakan UN Berbasis Komputer

Kepala SMK Informatika Santu Petrus, Yeremias Jurman,S.Pd

RUTENG, Kabarnusantara.net
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Informatika Santu Petrus merupakan SMK swasta pertama yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keberanian sekolah ini menerapkan UNBK bukan tanpa dasar. Selain memiliki fasilitas komputer yang cukup memadai, siswa-siswinya pun telah terbiasa menggunakan komputer dan internet dalam praktek belajar di sekolah itu.

Pantauan Kabarnusantara.net, Selasa, 4 April 2017, tampak puluhan siswa-siswi yang mengikuti UN pada sesi atau tahap kedua itu, mengerjakan soal dengan sangat khusuk dan serius.

Tampak pula para pengawas yang secara teliti mengawasi proses pengerjaan soal-soal UN di layar komputer para siswa peserta UN itu. Sesi kedua itu berlangsung dari pukul 10:00 hingga pukul 12:00 waktu setempat.

Kepala Sekolah SMK Informatika Santu Petrus Ruteng, Yeremias Jurman,S.Pd kepada Kabarnusantara.net mengatakan UNBK merupakan yang pertama diterapkan di sekolah yang dipimpinnya itu.

Ia juga mengatakan UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. Dengan total peralatan komputer yang tersedia sebanyak 60 unit.

“UNBK kali ini merupakan yang pertama diterapkan di SMK ini. Untuk kelancaran proses berjalannya UN, kami mempersiapkan 60 unit komputer dan 4 server. 51 unit komputer yang digunakan siswa peserta UNBK, sisanya dipersiapkan sebagai cadangan. Untuk server kita gunakan 2 unit, dan 2 unit lainnya sebagai cadangan,” ungkapnya.

Pada sesi pertama, kata Jurman, diikuti oleh 51 peserta, sesi kedua diikuti 50 peserta dan sesi ketiga diikuti oleh 50 peserta. Tiga sesi itu disesuaikan dengan POS (prosedur operasional standard) UNBK Tahun 2017.

Untuk mengantisipasi listrik yang mati hidup, ujar Jurman, pihak sekolah bekerja sama dengan PLN Ranting Ruteng, menyiapkan sumber listrik cadangan sebanyak 1 unit dan seorang operator. Dengan itu, ia yakin proses UNBK kali ini berjalan tanpa kendala berarti.

“Kami sudah memasuki hari kedua UNBK. Dan hingga saat ini, kami belum menemukan kendala berarti. Komputernya dalam keadaan sangat baik, demikian pun server dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya sumringah.

Sementara itu, pengawas eksternal dari unsur PGRI, Aleks Makur memuji kesiapan dan keberanian SMK Santu Petrus dalam menerapkan UN berbasis komputer.

“Sekolah ini luar biasa yah. Walau baru seumur jagung, namun kesiapannya mengikuti UN berbasis komputer sudah sangat baik,” ujarnya.

Selain itu, pengawas dari unsur Yayasan Santu Petrus mengapresiasi kesiapan sekolah itu dalam menghadapi UN Berbasis Komputer itu.

“Kami mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menghadapi UN Berbasis Komputer kali ini,” ujar Medardus Sambang.

Ia pun berharap agar ke depan, ada kontribusi peralatan komputer dari Pemerintah untuk menyukseskan UN Berbasis Komputer.

“Anak-anak yang sekolah di sini kan anak bangsa juga. Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan sekolah dalam rangka menghadapi UNBK. Toh yang harum kan nama daerah juga,” imbuhnya.(Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password