breaking news New

Bernard Tanya Dinilai Cocok Jadi Hakim MK

Jakarta, Kabarnusantara.net – Panitia Seleksi Calon Hakim Mahkamah Konstitusi telah memilih dan menyerahkan 3 (tiga) nama terbaik Calon Hakim Mahkamah Konstitusi kepada Presiden Jokowi.

Tiga nama tersebut masing-masing rangking pertama ditempati oleh Saldi Irsa, Guru Besar Universitas Andalas, peringkat kedua ditempati oleh Bernard L Tanya, Dosen Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT dan di peringkat terakhir yaitu Wicipto Setiadi, seorang purna tugas dari Kementetian Hukum dan HAM.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus menilai ketiga calon tersebut menggambarkan penyebaran dosen terbaik di seluruh Indonesia sudah nyata.

“Ini merupakan gambaran nyata bahwa penyebaran atau distribusi dosen terbaik dengan kualitas pada bidangnya masing-masing sudah merata berada di setiap Perguruan Tinggi Negeri di mana pun di Indonesia,” kata Petrus.

Menurut Petrus, jika memperhatikan faktor komposisi pada aspek keterwakilan secara geopolitik dan wawasan nusantara, Bernard Tanya lebih berpeluang untuk dipilih oleh Presiden Jokowi.

“Karena Bernard L Tanya merupakan representasi wilayah Indonesia Timur yang sangat luas, berbentuk kepulauan dengan ribuan budaya dan tradisi yang beragam, sehingga keberadaannya di Mahkamah Konstutusi sangat tepat, baik untuk pemikiran ke arah pembentukan norma dan tafsir dalam uji Undang-Undang terhadap UUD 1945 maupun dalam sengketa pemilu dan pilkada yang mayoritas sengketa berasal dari daerah terpencil, pengunungan seperti di Papua, Kalimantan, NTT, Maluku, Sulawesi dll,” jelas Advokat Peradi tersebut.

Ia berharap agar Presiden memilih Bernard L Tanya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi menggantikan Patrialis Akbar.

Menurutnya, bagi kawasan Timur Indonesia, masuknya nama Bernard L Tanya dalam tiga nama Calon Hakim Mahkamah Konstitusi terbaik, merupakan suatu kehormatan bagi dunia pendidikan di Indonesia Timur.

“Di samping merupakan keputusan panitia seleksi yang sangat obyektif dengan mengutamakan aspek kemampuan akademis, integritas moral dan kejujuran serta intelektual di bidangnya. Di sisi yang lain juga membuktikan bahwa pada universitas atau Perguruan Tinggi Negeri di daerah terpencil pun kualitas, kapabilitas, integritas moral dan kejujuran putra-putri terbaik bangsa ini telah tersebar di mana-mana,” tutur Petrus.

Bagi Petrus, hal itu memberi bukti keberhasilan dunia pendidikan tinggi mendistribusi SDM yang tepat pada tempatnya, tidak terkecuali di Universitas Nusa Cendana di NTT Kupang yang ternyata memiliki stock dosen terbaik untuk disumbangkan bagi kebutuhan negara di bidang Peradilan khususnya Hakim Mahkamah Konstitusi yang proses seleksinya berbeda dengan Hakim Peradilan pada umumnya. (Hipatios/KbN)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password