breaking news New

Jelang Pilkada Manggarai Timur, Jefrin Haryanto Research Centre Lakukan Survei

Ket. Foto : dari Kiri Yohanes Efremi Ngabur, Direktur JHRC dan Albina Redempta Umen, Psikolog dan Peneliti pada JHRC

Borong, Kabarnusantara.net – Jelang Pilkada Kabupaten Manggarai Timur, Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC), lembaga Konsultan Psikologi dan Riset yang beralamat di Gedung Maria Moe Lantai 3 Jalan Arabika Utara no. 41 Kelurahan Tenda Ruteng Kabupaten Manggarai, melakukan Survey Pemetaan isu dan Popularitas nama-nama yang mulai muncul dipublik Manggarai Timur dalam beberapa bulan terakhir ini.

Direktur JHRC Yohanes Efraim menjelaskan bahwa survey ini telah dan sedang berlangsung dari tanggal 3-7 April di 8 Kecamatan.

Ia menuturkan, survey ini bertujuan untuk memetakan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat dan mengassestment harapan publik terhadap Bupati dan Wakil bupati yang akan datang.

“Hal ini penting untuk dijadikan sebagai masukan bagi para kandidat untuk menyusun strategi dan isu-isu apa yang layak jual; bagaimana menjualnya dan dimana itu bisa dijual. Kami sengaja memetakan isu per wilayah, sehingga pendekatan isu yang akan disusun oleh para kandidat dalam rancangan programnya nanti, selain isu-isu strategis yang umum, juga isu spesifik ditingkat wilayah,” jelas Sony, sapaan akrab Yohanes.

Ia mencontohkan, harapan masyarakat Elar belum tentu sama dengan harapan masyarakat Borong, atau Isu di Kecamatan Lambaleda belum tentu laku dijual di Kota Komba, dll.

JHRC juga mensurvey seberapa dikenalnya para kandidat oleh masyarakat, dan masyarakat mana yang mengenal, serta kenapa atau darimana mengenalnya.

“Pada survey ini juga kami sengaja mensurvey popularitas semua nama tanpa mensurveynya sebagai paket atau pasangan, sehingga bisa menjadi referensi partai politik untuk menentukan siapa yang akan diusung. Kami juga akan menanyakan pada responden, apakah jika mereka mengenal seorang kandidat, akankah juga memilihnya. Karena popularitas belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas,” lanjut Sony.

Survey ini menggunakan Metode Multipurpose Random Sampling dan dipadukan dengan pertanyaan semi terbuka, pada 800 responden di semua Kecamatan dengan batas toleransi kesalahan 5%.

Di tempat yang sama Peneliti dan Psikolog JHRC Albina Redempta juga menjelaskan, bahwa survey ini juga dapat dipakai untuk melihat kecenderungan presepsi publik tentang Pilkada, tentang konsep kepemimpinan yang diidealkan, dan tentang karakter kandidat yang dibutuhkan.

Umen menegaskan bahwa, Politik itu sangat Psikologis, karena terkait dengan trend perilaku dan bagaimana merubah perilaku publik untuk memilih.

“Di JHRC kami menyediakan jasa konselor politik yang dapat membantu para kandidat mendesaian strategi berdasarkan presepsi publik terhadap tujuan pilkada itu sendiri. Contohnya, pendekatan terhadap kelompok masyarakat yang memahami Pilkada secara pragmatis dan cenderung transaksional, tentu akan berbeda dengan pendekatan kepada kelompok masyarakat yang mempresepsi politik pilkada sebagai tujuan perubahan,” kata Umen.

JHRC sendiri, jelas Umen akan fokus pada pendekatan dengan prespektif Psikologi Sosial dan Politik.

Disinggung soal sumber pembiayaan survey, Redempta Umen menjelaskan bahwa biaya untuk survey awal ini murni dari dana Mandiri Jefrin Haryanto Research Centre.

JHRC, lanjut Umen bekerja professional dan milik publik.

“Kami tidak berafiliasi dengan Kandidat atau Parpol apapun. Kami berharap hasil survey kami bisa menjadi salah satu referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan Pilkada Manggarai Timur,”tutupnya. (Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password