breaking news New

Andre Garu: Pergantian Pimpinan di DPD Untuk Mereformasi Lembaga

Jakarta, Kabarnusantara.net – Anggota DPD asal NTT, Adrianus Garu menilai pergantian Pimpinan DPD RI sebagai salah satu cara menjadikan Lembaga DPD lebih baik dan bermanfaat bagi rakyat.

“Jangan sampai publik salah menilai melihat situasi di lembaga DPD. Persoalan klimaksnya bukan pergantian pimpinan. Yang paling penting adalah bagaimana mereformasi lembaga DPD ini ke arah yang lebih baik agar bermanfaat buat rakyat,” ujar Andre kepada Kabarnusantara.net di Jakarta.

Langkah itu, menurutnya telah melalui proses evaluasi kinerja pimpinan DPD RI sebelumnya.

“Dalam evaluasi kinerja, kepemimpinan selama ini kan sudah terbiasa dengan status quo, tidak pernah menjadi anggota langsung menjadi pimpinan. Keenakan di pimpinan tidak memikirkan lembaga,” jelasnya.

Ia menambahkan sistem tripartit yang dianut selama ini tidak berjalan dengan baik.

“Sehingga sistem tripartit menurut perintah undang-undang tidak dilaksanakan. Harusnya DPD, DPR dan pemerintah itu kan bersinergi. Ini tidak bisa berjalan,” ujar anggota Komite IV DPD RI tersebut.

Ia juga mempersoalkan putusan MK mengenai kewenangan DPD yang tidak bisa dijalankan oleh pimpinan DPD RI.

“Berkaitan dengan putusan MK mengenai kewenangan. Sampai hari ini juga ga bisa dijalankan oleh pimpinan karena tidak punya kemampuan untuk melobi partai-partai politik atau DPR.

Hal-hal lain yang dievaluasi menurutnya adalah revisi uu MD3 maupun uu lain yang berkaitan dengan daerah.

“Mereka kurang pro aktif, sehingga arahnya evaluasi kinerja pimpinan.
Hasilnya adalah kita membuat rumusan. Pertama, mosi tidak percaya kepada pimpinan. Jadi bukan antara rival untuk mengambil jabatan karena memang kita evaluasi kemampuan pimpinan dari zaman Irman Guzman, Ratu maupun Faruk ga mampu,” tuturnya.

Karena itu, lanjutnya atas hasil evaluasi tersebut diberikan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPD.

“Sehingga kita mengambil kesimpulan, membuat mosi tidak percaya kepada pimpinan dan hasil akhirnya buatlah perubahan pansus tatib 1 2016. Dalam pansus itu memang pro kontra sehingga terjadi perang, ada 2.5 tahun ada 5 tahun. Dari pansus itu juga kita revisi karena ada perbaikan-perbaikan menjadi tatib nomor 1 tahun 2017. Dan semua agenda2 itu sudah berjalan dengan baik,” Andre menjelaskan.

Kepada masyarakat, Andre menghimbau untuk tidak berpikir negatif karena di balik kisruh ini ada manfaat besar untuk rakyat.

“Pesan kepada masyarakat, jangan liat situasi keributan ini tetapi ini ada manfaat besar. Apalagi rakyat sudah membiayai anggota DPD RI,” tutupnya. (Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password