breaking news New

Konspirasi Pemimpin Freeport dan Petinggi Polisi Papua Mengkriminalisasi Sudiro

Timiki, Kabarnusantara.net – Massa pendukung dan simpatisan Terdakwa Sudiro selaku Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PT. FREEPORT mendatangi dan mengepung Pengadilan Negeri Timika, pada Kamis (06/04/2017) saat persidangan berlangsung.

Massa mengepung PN Timika tepat saat pembacaan Eksepsi oleh Tim Penasehat Hukum Terdakwa Sudiro yaitu Bernadus Wahyu Herman Wibowo, Petrus Selestinus, Ari Lazuardi dan Marten Aman Saman.

Sebelum sidang dimulai sempat ada insiden adu mulut dan nyaris kontak fisik antara massa pendukung Terdakwa Sudiro dengan kelompok Virgo Salosa. Virgo Salosa adalah mantan Pengurus Cabang SPSI Mimika yang bertindak sebagai saksi Pelapor dalam perkara pidana ini.

Menurut informasi yang diterima Kabarnusantara.net, massa angota PUK SPKEP SPSI PT. Freeport berjumlah sekitar 18.000 anggota dan khusus untuk unit PUK SPSI Freeport berjumlah sekitar 10.000 anggota.

Mayoritas anggota PUK SPKEP SPSI PT. Freeport sangat yakin bahwa kasus pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut adalah hasil rekayasa dan konspirasi antara pimpinan PT. Freeport dengan sejumlah petinggi POLRI di Papua.

Menurut mereka, tujuan konspirasi untuk membungkam gerakan Sudiro dan PUK SPKEP SPSI PT. Freeport yang dikenal sangat militan membela 10.000 buruh PUK SPKEP SPSI PT. Freeport.

Sudiro juga menolak untuk bekerja sama dalam hal-hal yang sifatnya membangun KKN dan arahnya mengkhianati perjuangan buruh yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI PT. Freeport.

Dengan merekayasa tuduhan penggelapan uang iuran anggota PUK SPKEP SPSI PT. Freeport dan kemudian memenjarakan Sudiro, maka Sudiro akan lebih mudah didepak dari jabatannya sebagai Ketua UPK SPKEP SPSI PT. Freeport.

Untuk menyingkirkan Sudiro dari jabatannya sebagai Ketua PUK SPKEP SPSI PT. Freeport (Sudiro dikenal militan dalam membela kepentingan Pekerja alias sulit dibeli) dengan maksud memperlemah perjuangan PUK SPKEP SPSI PT. Freeport dengan cara membangun konspirasi tingkat tinggi.

Metode Konspirasi yang dimaksud yaitu mencoba menguasasi kekuatan petinggi hukum di Jayapura dan Timika, untuk mengkriminalisasi Sudiro, SPSI dan seluruh pekerja yang bernaung dibawah bendera PUK SPKEP SPSI PT. Freeport dan berjuang melawan PT. Freeport.

Upaya dan sikap militan dari para pekerja yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI PT. Freeport adalah pengumpulan tanda tangan surat jaminan dari istri-istri anggota PUK SKEP SPSI PT. Freeport dan istri simpatisan Sudiro dan SPSI untuk meminta penangguhan penahanan Sudiro.

Namun, dalam sidang yang berlangung pada Kamis (6/4) Majelis Hakim secara tegas menolak permohonan penangguhan Sudiro yang diajukan Tim Penasehat Hukum Terdakwa tanpa alasan yang sah.

Massa pendukung Sudiro mendatangi Pengadilan untuk menuntut penangguhan penahanan Sudiro.

Di pihak lain, barisan Ibu-Ibu pendukung Sudiro mengenakan seragam kaus warna merah bertuliskan KALO KO KORE KO RASA yang artinya Kalau Kau Ganggu Kami, Kami akan Bereaksi.

Reaksi yang diberikan tersebut tetap dalam koridor dan secara konstitusional bertujuan mengeluarkan Sudiro dari tahanan dengan jaminan 1000 penandatangan dan suara Ibu-Ibu yang tergabung dalam semangat dan filosofi “KALO KO KORE KO RASA”.

Dalam persidangan yang akan datang, “KALO KO KORE KO RASA” berencana menduduki Kantor Pengadilan Negeri Timika, jika Sudiro belum ditangguhkan penahanannya.

Barisan Ibu ibu “KALO KO KORE KO RASA” menilai Hakim yang menahan Sudiro tidak paham dengan perjuangan buruh; tidak mengerti hakekat SPSI sebagai wadah perjuangan mitra pemerintah dalam membangun bangsa ini.

(PETRUS SELESTUNUS, ANGGOTA TIM PH. TERDAKWA SUDIRO & KOORDINATOR TPDI).

7 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password