breaking news New

Pol PP dan Polisi Tertibkan Lapak Pedagang Pasar Inpres Ruteng

Ket Foto: Servas Jabang sedang meyakinkan pedagang agar berjualan pada tempatnya.

RUTENG, Kabarnusantara.net – Puluhan Aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran menertibkan sejumlah lapak para pedagang Pasar Inpres Ruteng yang dinilai memakan badan jalan dan mengganggu aktivitas para pembeli yang hendak berbelanja di Pasar Inpres Ruteng.

Operasi penertiban itu dilakukan bersama sejumlah aparat kepolisian dari Polres Manggarai. Operasi itu dipimpin oleh Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Servas Jahang, SH.

Sekretaris SatPolPP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai, Servas Jahang di Ruteng, Selasa, 11 April 2017 mengatakan pihaknya melakukan penertiban bagi para pedagang Pasar Inpres Ruteng yang jelas-jelas memanfaatkan got dan badan jalan untuk berjualan.

“Tugas kami jelas menegakkan aturan yang termuat dalam Peraturan Daerah. Dalam hal ini, kami melakukan penertiban berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Retribusi dipungut berdasarkan luas ruang yang dimanfaatkan oleh para pedagang di Pasar,” ujarnya.

Sebelum melakukan penertiban, ujar Jahang, pihaknya bersama Badan Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai telah melakukan sosialisasi bahwa pemanfaatan badan jalan dan got untuk kepentingan penempatan lapak jualan sudah tidak diizinkan lagi.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait kesepakatan tentang pemanfaatan got dan badan jalan sepanjang 70 cm yang sebelumnya telah disepakati para pedagang bersama pihak Badan Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai, Jahang mengatakan informasi itu benar adanya.

“Saya tahu informasi itu benar adanya. Pada triwulan pertama tahun 2017, pihak Badan Keuangan telah melakukan pungutan atas kelebihan pemanfaatan ruang got dan jalan di pasar. Namun sejak April 2017 ini, pihaknya sudah tidak mengizinkan lagi,” ujarnya tegas.

Sementara itu, salah seorang pedagang ayam pedaging, Roby Jehali mengatakan pihaknya sangat berkeberatan dengan penertiban yang dilakukan pemerintah karena loss yang disewanya dimanfaatkan untuk menjual Ayam Pedaging dalam keadaan hidup.

“Kami keberatan pak. Yang kami jual ini kan Ayam hidup. Otomatis kita butuh keller. Dan Loss yang kami sewa tidak cukup untuk penempatan keller atau kotak penempatan ayam pedaging. Karena pihaknya tetap mempertahankan pemanfaatan ruang di luar SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah, red),” ujarnya.

Menurut pengakuannya, loss yang disewakannya itu diperolehnya dari Ferdi Ambang. (Alfan Manah/KbN)

155 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password