breaking news New

Andre Garu: Rawat Kemajemukan

Borong, Kabarnusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Adrianus Garu meminta semua pihak agar merawat dan menjaga kemajemukan yang ada di bumi Nusantara ini. Kemajemukan adalah sebuah keunikan bangsa Indonesia dan sebagai keunggulan yang bisa dipromosikan ke bangsa lain.

“Mungkin hanya Indonesia yang terdiri atas ribuan suku, bahasa, budaya daerah yang berbeda-beda. Indonesia juga terbentang antara ribuan pulau yang terpisah. Tetapi kita bisa bersatu. Ini kelebihan kita. Kelebihan ini bisa kita jual kemana-mana bahwa sekalipun berbeda-beda suku, agama dan ras, tetapi kita tetap bersatu. Kita harus bisa merawat bersama kemajemukan ini,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupeten Manggarai Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/4).

Ia menjelaskan para pendiri bangsa ini sudah bersusah payah melahirkan negara ini. Mereka bahkan harus mengorbankan jiwa untuk melahirkan bangsa ini. Karena itu, sebagai generasi penerus, setiap lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang harus bisa mempertahankan keutuhan bangsa ini dengan berbagai keunikan yang ada sejak berdiri.

“Tidak boleh ada pendegradasian satu komunitas terhadap komunitas lain. Tidak boleh ada penolakan terhadap kelompok agama yang berbeda dengan kita. Semua punya hak untuk hidup. Negara ini berdasarkan Pancasila, bukan berdasarkan agama tertentu,” tutur senator yang saat ini duduk di Komite IV bidan Perbankan, Ekonomi, APBN dan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah.

Dia mengaku sedih dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang sarat dengan politisasi Suku, Agama dan Ras (Sara). Politisasi Sara seperti itu menyebabkan hubungan antar sesama menjadi rengang. Padahal interkasi dengan yang berbeda itu tidak bisa dihindarkan karena bangsa ini memang bangsa majemuk.

“Kita berharap Pilkada DKI Jakarta menjadi contoh buruk untuk wilayah lain. Jangan sampai untuk meraih jabatan, kita korbankan kebhinekaan yang sudah dibangun. Terlalu besar taruhannya menjual isu Sara. Bangsa ini bisa pecah jika terus diayunkan isu Sara,” tutupnya. (HWL/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password