breaking news New

FROMHI: Penyiraman Air Keras Terhadap Penyidik KPK Tidak Terlepas Dari Kasus Korupsi E-KTP

JAKARTA, Kabarnusantara.net – Front Mahasiswa Hukum Indonesia (FROMHI) menilai penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan sebagai bentuk intimidatif dan represifitas terhadap penegakan korupsi di Indonesia.

“Kejadian ini tidak mungkin bisa dilepaskan dari mega korupsi e-ktp yang sekarang sedang ditangani oleh KPK dimana salah satu penyidiknya adalah Novel Baswedan,” Ungkap Rivaldi dari FROMHI.

Ia menambahkan, aksi kekerasan ini adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap pemberantasan korupsi.

“Oleh karena itu hal seperti ini tidak dapat dibiarkan. Karena bicara korupsi adalah bicara hak hidup rakyat maka segala upaya-upaya intimidatif terhadap penegakannya harus dilawan,” kata Mahasiswa Hukum semester 8 FH Unas tersebut.

FROMHI juga menilai sudah terlalu panjang catatan sejarah tentang kriminalisasi penegakan korupsi baik terhadap institusi maupun perorangan, baiik dilakukan oleh penguasa maupun institusi negara.

Karena itu, lanjutnya, tindakan ini tidak dapat dibiarkan, proses hukum terhadap pelaku kriminalitas tidak pernah diselesaikan secara tuntas sampai kepada actor intelektualnya.

“Penyiraman air keras kepada Novel Baswedan harus dituntaskan tidak hanya sampai pada pelaku lapangan, tapi juga sampai pada pelaku intelektualnya yang bisa jadi perutnya sudah dikenyangkan oleh uang rakyat,” tutup Rivaldi. (KbN)

5 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password