breaking news New

Survei Charta Politika,  Ahok-Jarot Ungguli Anis-Sandi

Jakarta, kabarnusantara.net – Lembaga survey Charta Politika merilis hasil survei terkait preferensi politik masyarakat Provinsi DKI Jakarta jelang Pilkada Pilkada DKI Jakarta tanggal 19 April 2017 mendatang. Charta Politika juga merumuskan isu-isu penting dan starategi kampanye bagi setiap kandidat berdasarkan survei.

Hasilnya, pasangan Ahok-Djarot memperoleh penilaian terbaik dari masyarakat DKI terhadap kinerja kepemerintahanya. Sebanyak 71,9% responten menyatakan “sangat puas” dan “cukup puas”. Sedangkan responden yang menyatakan “kurang puas” dan “tidak puas sama sekali” sebanyak 26,2%.

Hal ini terukur berdasarkan kepuasan masyarakat terhadap beberapa program kerja yang dikeluarkan pemerintahan Ahok-Djarot yakni, sebanyak 30,6% responden menilai program Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebagai program kerja pemerintahan Provinsi DKI yang paling bermanfaat, selain Kartu Jakarta Pintar (23,8%) dan Pelayanan Kelurahan (12,9%).

Survei dengan jumlah responden sebanyak 782 orang ini dilakukan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakrta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang  berlangsung dari tanggal 7-12 April 2017. Survei dilakukan melalui face to face interview dengan usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Terkait tingkat elektabilitas, survey yang menggunakan metode berupa penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95% ini mencatat pasangan Ahok-Djarot memiliki tingkat elektabilitas sebesar 47,3% dan Anis-Sandi 44,8% dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 7,9%.

Selain tingkat eletabilitas, pada penilaian “Calon Gubernur Paling Disukai”, Ahok dipilih oleh 46,4% responden dan Anis 45,0% sementara untuk “Calon Wakil Gubernur Paling Disukai” Sandiaga Uno mengungguli Djarot Hidayat dengan penilaian 47,6% dan 41,7%.

Terhadap pilihan responden, sebanyak 78,5% menyatakan bahwa pilihanya sudah mantap dan 15% menyatakan masih mungkin berubah, sisanya sebanyak 6,5% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab. Hal ini, terlihat juga pada beberapa alasan utama pemilih dalam menetukan pilihannya pada pasangan calon tertentu. Seperti halnya Ahok, masyarakat yang menilai dari ”kerja nyata” sejumlah 31,9%, “tegas” 22,7% dan programnya bagus sejumlah 4,9%.

Berbeda dengan Anis Baswedan, pilihan terhadapnya didasari pada “ramah dan sopan” 22,9%, “karena Satu Agama” 22,6% dan karena “wajah baru” sejumlah 5,4%. Latar belakang agama pun relatif dinilai penting dalam menjatuhkan pilihan bagi pemilih yakni sejumlah 66,8%, sementara 47,4% menyatakan  latar belakang suku bukan menjadi petimbangan penting. (Astramus Tandang/HWL/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password