breaking news New

Warga Satarmese Ini Diduga Terlibat ISIS, Keluarga Tuntut Pemulihan Nama Baik

Ket. Foto: Amirudin dan sang Isteri, Husnul Khatimah

RUTENG, Kabarnusantara.net –
Amirudin, 36 Tahun, seorang warga Nanga Pa’ang, Desa Legu, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai diduga terlibat jaringan ISIS.

Ia didatangi puluhan aparat kepolisian saat sedang berada di rumah mertuanya di Tondang, Desa Paka, Kecamatan Satarmese, pada Rabu, 12 April 2017 lalu.

Menurut Amirudin, polisi mendatangi dirinya karena diduga terkait jaringan ISIS. Dugaan pihak kepolisian, kata Amir, didasari pada laporan warga Nanga Pa’ang, warga Iteng dan warga Ruteng.

“Saya didatangi dan diinterogasi oleh Aparat Polres Manggarai karena diduga menerima aliran dana sebesar 500 juta Rupiah dari jaringan ISIS,” ujarnya, Selasa, 18/4/2017 di Tondang, Desa Paka, Kecamatan Satarmese.

Namun dirinya membantah semua tuduhan itu.

“Semua tuduhan itu saya bantah karena sama sekali tidak berdasar pak. Katanya, saya diinterogasi berdasarkan laporan warga Nanga Pa’ang dan warga Iteng,” tuturnya.

Berdasarkan interogasi pihak kepolisian, ia diduga sedang mempersiapkan aksi Bom Bunuh diri pada perayaan Jumat Agung, 14 April 2017 di Gereja Katedral Ruteng.

Bahkan menurut informasi yang dikumpulkan pihak kepolisian, ujar Amirudin, dirinya sempat menawarkan uang sebesar 50 juta Rupiah kepada seorang warga di depan RSUD Ruteng untuk dijadikan “pengantin” aksi bom bunuh diri itu.

Pengakuan Amirudin, dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh Aparat Polres Manggarai. Dan sempat dibawa pengawalan aparat Polres Manggarai dan diambil keterangan di Mapolres Manggarai.

“Saya ditanya apakah saudara punya mobil. Saya jawab ya. Apakah saudara sedang bangun rumah, saya juga menjawab ya. Saat ditanya dari mana sumber uang yang saya peroleh sebanyak itu. Saya jawab, itu uang pinjaman sebesar 120 juta Rupiah dari seorang PNS, bapak angkat saya di Borong Manggarai Timur bernama Urbanus Baut,” ujarnya.

Menurut Amirudin, kedatangan aparat Polres Manggarai ke rumah orang tuanya di Nanga Pa’ang dan ke rumah mertua saya di Tondang menyisakan trauma yang mendalam bagi keluarga.

Bahkan tetangga dan warga sekitar pun mulai mencurigai keberadaan Amirudin. Bahkan, ujar Amirudin, ada warga yang mengatakan kenapa Polisi membebaskan orang yang terlibat jaringan Teroris.

Hal itu dibenarkan istri Amirudin, Husnul Khatimah.

Dikatakan Khatimah, kehidupan keluarganya yang tadinya harmonis, kini mencekam.

“Saya kan penjual ikan pak. Dan suami saya seorang nelayan. Biasanya saat saya jual ikan, orang dengan ramah menyambut saya dan membeli jualan saya. Namun sejak puluhan aparat kepolisian berpakaian preman ke rumah kami dan mencurigai suami saya terlibat jaringan ISIS, hidup kami tidak tenang pak. Jiwa kami tertekan. Saat usaha kami mulai bangkit, kami dicurigai teroris,” ujarnya sedih.

Karena itu, ia berharap, pihak kepolisian bertanggungjawab dan mulai secara luas menyampaikan bahwa tidak benar suaminya terlibat jaringan ISIS.

Mertua Amirudin, Urbanus Panggung, 65 Tahun mengaku marah dengan tindakan aparat kepolisian yang dinilainya tanpa dasar.

“Kami keluarga besar marah pak. Saya aslinya orang Todo, keluarga kami ada di mana-mana di wilayah Manggarai ini. Semua keluarga tahu informasi ini. Dan kami kecewa. Karena itu kami tuntut polisi harus meminta maaf dan menyampaikan kepada publik bahwa tidak benar anak mantu saya terlibat jaringan ISIS,” ujarnya.

Pihaknya juga mendesak kepolisian untuk membuka identitas warga yang melapor bahwa anak mantunya terlibat jaringan ISIS.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Manggarai, Daniel Jihu mengatakan coba konfirmasi dulu dengan Kapolsek Iteng.

“Kalau tidak salah bukan ditangkap. Tetapi diambil keterangan. Kapolsek mendapat informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan baru baru ini dapat duit banyak dan terlibat ISIS,” ujarnya.

Menurut Jihu, atas isu yang berkembang ini dan untuk tidak terjadi sesuatu hal terhadap yang bersangkutan, Kapolsek memanggil untuk dimintai keterangan.

“Ini semua demi keselamatan yang bersangkutan. Hasilnya yang bersangkutan dinyatakan tidak terlibat dengan jaringan terlarang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan Kapolsek Iteng, Domi Abun belum berhasil dikonfirmasi. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password