breaking news New

Layanan Hemodialysis RSU Siloam Labuan Bajo Menjadi Satu-Satunya di Flores

LABUAN BAJO, Kabarnusantara.net –Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam baru satu tahun beroperasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Sekalipun baru seumur jagung beroperasi di daerah andalan wisata NTT itu, RSU Siloam telah membuka layanan Hemodialysis atau yang lebih dikenal dengan Cuci Darah.

Pelayanan Hemodialysis dimulai RSU Siloam sejak Oktober 2016 lalu. Saat ini rumah sakit itu mengoperasikan empat Mesin Hemodialysis yang dioperasikan dari Hari Senin hingga Sabtu. Sedikitnya 6 pasien dilayani setiap hari.

Hal itu disampaikan Hospital Director RSU Siloam Labuan Bajo, dr. Ridwan T. Lembong,M.M,M.M.R.S, E.M.B.A kepada Wartawan di Labuan Bajo, Kamis, 20/4/2017.

Dikatakan Dokter Lembong, hingga April 2017, pihaknya melayani 26 pasien Hemodialysis, 11 diantaranya pasien regular yang dilayani hingga saat ini.

Sementara itu, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Hemodialysis RSU Siloam Labuan Bajo, dr.Yosef William Angliwarman,Sp.PD mengatakan Hemodialysis dapat diartikan pemisahan zat-zat terlarut dalam darah atau membersihkan darah dari sisa-sisa metabolisme yang tertimbun akibat menurunnya fungsi Ginjal melalui proses penyaringan di luar tubuh.

Pelayanan Hemodialysis, kata Dokter William Angliwarman, merupakan prosedur terapi Ginjal dengan cara “mencuci” sebagian darah agar racun-racun sisa metabolisme dapat dikeluarkan dari tubuh. Dengan pelayanan “cuci darah” itu, pasien dengan gagal fungsi Ginjal stadium akhir dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

“Unit pelayanan Hemodialysis di rumah sakit ini tidak hanya melayani cuci darah, namun juga memperhatikan kebutuhan pasien gagal Ginjal secara holistik seperti penanganan Anemia, Hipertensi, Malnutrisi, dan psikologisnya,” ujarnya.

Penanganan secara holistik atau menyeluruh, kata William, diperlukan untuk memastikan perkembangan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

Menurut William, informasi soal adanya pelayanan Hemodialysis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo menjadi sangat penting agar warga Flores tidak lagi jauh-jauh mengakses layanan ini ke Kupang atau Denpasar.

Dikatakan William, orang pertama yang mengakses layanan Hemodialysis di rumah sakit itu berasal dari Manggarai Timur. Sedangkan pasien yang sedang mengakses layanan Hemodialysis berjumlah 11 orang, 8 diantaranya berasal dari Manggarai Barat dan sisanya di luar Manggarai Barat.

Menariknya lagi, ujar William, biaya pengobatan “Cuci Darah” dibiayai BPJS.

“Kami sudah satu tahun bekerja sama dengan BPJS. Menariknya lagi biaya Cuci Darah di tanggung oleh BPJS bagi pasien yang menjadi anggota BPJS. Kami sarankan pasien Cuci Darah wajib gabung ke BPJS,” ujarnya.

Jika tidak, seberapa mampu pasien menanggung sendiri biaya pengobatan Hemodialysis yang mencapai 10 juta Rupiah. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password