breaking news New

Investasi 400 Miliar, 3 BUMN Bangun Kawasan Komersil Labuan Bajo Marina

LABUAN BAJO, Kabarnusantara.net – Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun kawasan komersial di Labuan Bajo yang terdiri dari Pelabuhan Marina, peningkatan fasilitas dermaga penyeberangan, hotel dan area komersial. Total investasi mencapai Rp 400 miliar. Proyek tersebut ditargetkan akan tuntas dikerjakan hingga Desember 2018 mendatang.

Pada acara Ground Breaking kawasan komersial tersebut, Kamis, 20/4/2017 di Labuan Bajo, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini M. Soemarno mengatakan nilai investasi pembangunan kawasan tersebut mencapai Rp 400 miliar dari tiga pemegang saham, yaitu PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebesar 51%, PT. Patra Jasa sebesar 25% dan PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebesar 24%.

Dikatakan Rini, Kawasan Komersial Labuan Bajo Marina ditargetkan rampung dan dapat beroperasi penuh di Bulan Desember 2018.

“Pembangunan Pelabuhan Marina ini tentunya juga akan menjadi daya tarik tersendiri dan lebih menggairahkan Bisnis Kapal Pesiar di Indonesia. Apalagi dengan diperkuatnya fasilitas dermaga penyeberangan di lintasan menuju Labuan Bajo. Hal ini menjadi tujuan sinergi BUMN dengan semboyan BUMN Hadir untuk Negeri,” ujar Menteri Rini.

Di tahun 2015, papar Rini, jumlah turis yang berkunjung ke Labuan Bajo mencapai 95.410 wisatawan dengan komposisi 80% wisatawan Mancanegara. Dari jumlah itu, ada kenaikan sekitar 18,3% setiap tahun.

“Hal ini yang mendorong sinergi BUMN untuk dapat bersatu padu melakukan percepatan pembangunan fasilitas pendukung. Selain itu, sinergi BUMN dalam pengembangan kawasan komersial ini juga menjadi sangat strategis untuk mewujudkan pencapaian target 20 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia di Tahun 2019,” ujarnya.

Proyek ini merupakan Joint Venture antara ketiga BUMN tersebut, yang akan membangun infrastruktur utama Pelabuhan Marina untuk dapat disandarkan Kapal Pesiar. Ada juga kawasan komersial di dalamnya dan akan dibangun hotel berbintang di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan kapasitas sebanyak 180 kamar.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pun mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan sehingga harus terus dikembangkan, khususnya oleh BUMN selaku agen pembangunan negeri.

Hal senada disampaikan Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula. Ia berharap agar pembangunan Labuan Bajo Marina dan Kawasan Komersial lainnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Labuan Bajo diposisikan sebagai “Snorkie Site” kedua terbaik setelah Raja Ampat oleh CNN Travel pada 2015 silam.

Labuan Bajo juga dinobatkan sebagai “Top 10 Tourist Destination” yang dicanangkan Pemerintah. Potensi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata bahari tidak hanya terletak pada keindahan lautnya saja, namun juga memiliki Panorama Pulau Padar yang sangat eksotis, keajaiban Pulau Komodo dan Rinca dengan Binatang Purba bernama Komodo, hingga sensasi tracking ala Jurasic Park di Pulau Rinca, dan Pink Beach yang menawan.

Menteri Rini M. Soemarno pada kesempatan itu meresmikan dimulainya pembangunan Kawasan Komersial Labuan Bajo Marina NTT. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH Dula, Ketua DPRD, Blasius Jeramun, Kapolres Manggarai Barat, Dr. Supiyanto, Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Hartanto Dwi Priyono dan sejumlah undangan lainnya. (Alfan Manah/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password