breaking news New

Dari 18 Ribu Kasus Hukum yang Menjerat WNI di Luar Negeri, Wanita Rentan Jadi Korban

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Kasus hukum yang menjerat Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri pada tahun 2016 mencapai 18.384 kasus. Hal i ni disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat mengisi orasi di Universitas Muhammadiya Yogyakarta (UMY) pada Selasa, 25 April 2017.

Saat ini, Kemenlu RI baru bisa menyelesaikan 64% kasus atau 11.065 kasus dari keseluruhan kasus yang ada. Kasus yang diselesaikan seperti kekerasan yang menimpa WNI dan gaji yang tidak dibayar kepada WNI.

Sementara kasus sisanya masuk ke dalam kategori tindak pidana berat seperti pembunuhan, narkoba dan tindak pidana lainnya.

Seperti kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO). Kasus ini paling marak terjadi dan hampir keseluruhan menimpa wanita.

“Maraknya kasus tindak pidana perdagangan orang (TTPO) ke luar negeri inilah yang menjadi permasalahan utama kita, kaum wanita yang rentan dan miskin menjadi korban utamanya”, pungkas Retno.

Menyelesaikan permasalahan dalam negeri yang menerapkan pengiriman TKI non prosedural menjadi pilihan langkah antisipatif Kemenlu RI dalam memperkuat perlindungan WNI di luar negeri. Selain itu, KBRI dan KBHI juga membuka hotline setiap saat kepada semua pihak jika ingin mengajukan pengaduan bantuan.

“Kita membuka kontak komunikasi kepada semua WNI yang membutuhkan bantuan, dan laporan ini berbasis real time. Dalam hitungan menit laporan tersebut dapat masuk ke Kemenlu. Jika dalam waktu dekat tidak ditanggapi oleh tim, maka mereka dapat menghubungi menteri secara langsung”, jelasnya.

Fokus utama Kemenlu RI saat ini masih terkait Perlindungan hukum kepada WNI. Namun, pemberian perlindungan hukum terkait hak asasi manusia juga masih menjadi prioritas. (Astramus Tandang/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password