breaking news New

Pospera NTT Inisiasi Program Tanam Jagung di Daratan Timor

Kupang, Kabarnusantara.net – Pertemuan DPP Pospera dan ketua DPD Pospera NTT dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada (31/03/2017) lalu di Jakarta membawa kabar gembira bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya beberapa kabupaten di daratan Timor.

Pasalnya, beberapa kabupaten di daratan Timor diusulkan untuk menjalankan program tanam jagung yaitu antara lain kabupaten belu, kabupaten Sumba Barat Daya, kabupaten Malaka, kabupaten TTS dan kabupaten Kupang.

Kedatangan mereka diterima dengan baik di kantor Kementan RI oleh Ditjen Pertanian. Pertemuan tersebut telah menyepakati beberapa hal terkait program menanam jagung untuk daratan Timor.

“Pupuk dalam bentuk uang yang akan ditransfer langsung ke nomor rekening kelompok tani yang sudah dibentuk sedangkan bibit dalam bentuk barang. Harus benar ya lahan dan kelompok taninya karena nanti Dirjen dan BPK turun periksa. Jangan lupa disampaikan juga kalau bibit itu dari Pospera dan harus dijual ke pospera. Saya tunggu data CPCL nya”, ungkap Ditjen.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI, DPP dan DPD Pospera NTT juga mengusulkan program yang sama ke Dinas Pertanian Provinsi NTT pada (11/04/2017) lalu dan membahas hasil pertemuan dengan Kementan RI Jakarta.

Berdasarkan hasil wawancara kabarnusantara.net dengan Sekretaris DPD Pospera NTT, Dinas Pertanian Provinsi NTT mengapresiasi program yang telah diinisiasi oleh Pospera. Hasil pertemuan tersebut meminta masyarakat untuk membentuk kelompok tani lewat DPC masing-masing.

Menurut sekretaris DPD Pospera Nusa Tenggara Timur (NTT), tujuan program jagung ini adalah untuk kestabilan jagung nasional dan swasemda pangan di daratan Timor. Karena itu, pospera akan bermitra dengan pemerintah dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki lahan kosong maka segera disiapkan untuk ditanam jagung.

“Kelompok Tani yang sudah dibentuk harus mengusulkan ke Dinas Pertanian setempat lalu Dinas Pertanian Kabupaten yang melanjutkan ke Pemerintah Provinsi”, lanjutnya.

Sekretaris DPD Pospera NTT juga menambahkan, bahwa daerah dan luas lahan yang diusulkan untuk menjalankan program ini adalah Kabupaten belu dengan luas 1000 ha, Kabupaten Malaka dengan luas 1000 ha, Kabupaten SBD dengan luas 2000 ha, Kabupaten kupang dengan luas 500 ha, Kabupaten TTS dengan luas 500 ha.

Panen raya jagung untuk kabupaten belu yang luasnya 1000 ha yang telah diakomodir pada tahap pertama akan dilaksanakan pada (28/04/2017) yang akan datang. Kelompok tani yang sudah dibentuk diharapkan koordinasi setiap DPC Pospera untuk segera dilaksanakan.

Selain itu, DPC Pospera Kabupaten Malaka bersama kepala Dinas Pertanian kabupaten Malaka juga membahas program tanam jagung tersebut pada (25/05/2017) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima kabarnusantara.net dari Ketua DPC Pospera Malaka pada (26/04/2017), Kepala Dinas (Kadis Pertanian kabupaten Malaka) menyetujui program tersebut dan akan mendukung penuh.

Sementara kepala Dinas Pertanian menyarankan kepada pospera agar segera membentuk kelompok tani dan memberikan laporan untuk di cross cek sehingga bisa dilihat nama-nama yang sudah atau belum masuk dalam kelompok tani dinas.

Ia juga menyarankan agar pembentukan kelompok tani itu harus benar-benar murni.

“mereka yang belum masuk dalam kelompok tani dinas, harus bergabung dengan kelompok tani baru yaitu kelompok tani baru pospera,” ungkapnya.

Ketua DPC Pospera mengatakan bahwa hasil panen jagung itu sudah disediakan pasarnya, yang akan disiapkan pospera. (Tiburtius/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password