breaking news New

Pengacara Akan Lapor Mantan Kapolda Papua dan Kapolres Timika ke Kapolri

Tampak polisi dengan kendaraan dan senjatanya saat mengamankan sidang terdakwa Sudiro di PN Timika.

Timika, Kabarnusantara.net – Petrus Selestinus, salah satu pengacara Terdakwa Sudiro (Ketua PUK SPKEP SPSI PT. Freeport/PT.FI) menyayangkan sikap Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw di ujung pengabdiannya sebagai Kapolda Papua. Pasalnya, Paulus tidak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Papua terkait kekerasan yang diduga dilakukan polisi terhadap massa demonstrasi saat sidang terdakwa Sudiro di Pengadilan Negeri Timika.

“Sangat disayangkan sikap Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw diujung pengabdiannya sebagai Kapolda Papua melakukan blunder yaitu tidak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Papua dan para Tenaga Kerja PT. Freeport Indonesia di Papua yang selama ini sering menjadi korban kekerasan sikap aparat Polri Papua ketika ada kejadian aksi demo dll.,” ujar Petrus.

Blunder lainnya, kata Petrus, adalah ketika Paulus Waterpauw berkunjung ke Timika menjelang serah terima Jabatan Kapolda Papua baru. Irjen Pol Paulus Waterpauw hanya menjenguk Kapolres Timika AKBP. Vicktor D Makbon yang sedang diopname karena kakinya kena tembak saat aksi unjuk rasa buruh SPSI Timika di depan Pengadilan Negeri Timika saat sidang Terdakwa Sudiro, Ketua PUK SPKEP SPSI PT. Freeport/PT.FI.

“Sedangkan 6 (enam) orang karyawan PT.FI yang juga menjadi korban penembakan polisi Timika yang juga diopname bersama-sama dengan Kapolres AKPB Vicktor D. Makbon sama sekali tidak ditengok,” terangnya.

Sikap demikian, menurut Petrus, membuktikan bahwa ternyata Irjen Pol. Paulus Waterpauw bukanlah seorang bapak yang baik. Ia tidak memikiki sikap mengayomi, sikap kebapaan dan sikap sebagai seorang pemaaf.

“Karena itu ketika mayoritas buruh PT. FI mengetahui bahwa Irejen Pol. Paulus Waterpauw ditarik ke Mabes Polri untuk suatu tugas lain, mereka serta merta menyatakan mensyukuri karena dengan kepergiannya itu masyarakat Papua khususnya karyawan PT. FI merasakan sebagai kembalinya rasa damai dan sikap mengayomi yang sempat hilang di Timika dan akan muncul kembali seiring dengan penugasan Irjen Boy Rafli Amar sebagai sosok Kapolda Papua yang memiliki sifat kebapaan, memiliki naluri mengayomi meskipun tetap tegas dalam menindak,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap Irjen Pol. Boy Rafly Amar akan membawa perubahan yaitu mengubah psikologi masyarakat Papua khususnya para buruh PT. FI yang selama kepemimpinan Paulus Waterpauw sering lebih banyak bertindak memihak dan melindungi PT. FI ketimbang melindungi buruh.

“Suasana damai, mengayomi bahkan suasana melindungi dari seorang pimpinan Penegak Hukum yang kurang dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat khususnya buruh PT. Freeport diharapkan segera pulih kembali dari yangan dingin seorang Jederal Boy Rafly Amar,” kata Advokat Peradi tersebut.

Ia menambahkan, mayoritas buruh PT. FI meyakini meskipun Sudiro saat ini berada dalam tahanan Hakim Timika, akan tetapi penahanan terhadap Sudiro diduga tidak lepas dari intervensi Paulus Waterpauw dengan berlindung di balik alasan klise yaitu keamanan.

“Indikatornya adalah penahanan terhadap Sudiro dilakukan sejak penyidikan polres Timika diambil-alih Paulus Waterpauw ke Polda Papua dan juga sejak 6 buruh PT. FI anggota SPSI menderita karena peluru karet dari anak buah Paulus Waterpauw,” ungkapnya.

Namun, lanjut kordinator TPDJ itu, tidak ada pernyataan maaf dari Paulus Waterpauw terhadap para korban, terhadap SPSI dan terhadap masyarakat yang menjadi korban penembakan peluru karet yang diduga dilakukan oleh aparat Kepolisian Timika saat sidang perkara pidana atas nama Terdakwa Sudiro, Ketua PUK SPKEP SPSI di Pengadilan Negeri Timika.

Karena itu, Petrus bersama tim pengacara sudiro akan melaporkan Irjen Pol. Paulus (Kapolda Papua) dan Vicktor Makbon (Kapolres Timika) ke Kapolri.

“Tim Kuasa Hukum Sudiro (Bernadus Wahyu Wibowo, Petrus Salestinus, Marthen L. Amansaman dan Ari lazuardi) akan melaporkan Irjen Pol. Paulus Waterpauw dan AKBP Vicktor D. Makbon ke Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Irwasum Mabes Polri untuk dimintai pertanggungjawaban hukum dan etika,” tutup Petrus. (HWL/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password