breaking news New

Menguduskan Politik Untuk Bentuk Kader Tangguh Berkebangsaan

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Seorang Katolik yang baik itu hendaknya ikut dalam kehidupan politik. Ikut serta dalam kehidupan politik ialah turut serta membangun masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Ajaran Sosial Gereja merupakan landasan utama untuk masyarakat katolik dalam kehidupan politik. Hal ini disampaikan Andreas Pandiangan dalam Seminar Nasional PMKRI Yogyakarta, Kamis 27 April 2017.

Lebih lanjut, Dosen Universitas Soegijapranata Semarang ini mengatakan bahwa orang Katolik menerima Pancasila adalah bagian implementasi keimanannya. Sehingga setiap orang Katolik akan menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia. Sebagai Organisasi pembentuk Kader Tangguh berkebangsaan hendaknya PMKRI turut serta mewujudkan Kesejahteraan umum, turut membantu terciptanya kondisi hidup masyarakat yang memungkinkan kelompok kelompok maupun anggota perseorangan mencapai kesempurnaan.

Lebih lanjut Andreas mengatakan adalah kewajiban bersama umat Katolik untuk mengkuduskan politik, hal ini dilakukan dengan mengubah niatan Pribadi menjadi Niatan untuk Kesejahteraan Mengkuduskan politik hanya bisa tercapai apabila turut terlibat langsung secara aktif dan ikut serta mempengaruhi kebijakan publik. Hal lain yang diungkapkan lulusan Fisip UGM ini adalah bahwa harus diperhatikan setiap manusia memiliki martabat. Solidaritas dalam kehidupan kebangsaan merupakan hal mutlak karena akan memberikan ekspresi dimensi sosial atas pribadi manusia.

Konsteks pluralitas di Indonesia dalam dimensi keagamaan pada dasarnya seharusnya diselaraskan agar dapat hidup berdampingan, dan mencapai tujuan substantif yakni kesejahteraan bersama.

Akan tetapi, agama seringkali berbenturan dengan sikap keagamaan masing- masing penganut agama yang menjadi salah satu faktor pertentangan konflik.

Ketika dikontekskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agama diharapkan mampu menjadi identitas perekat dimana benang merah kehidupan beragama merujuk pada pedoman dalam kehidupan bersama.

Sementara itu, Sekjend PP PMKRI Bernadus Tri Utomo mengatakan Gereja sebagai bagian integral dari bangsa ini, memiliki kewajiban bersama untuk ikut serta dalam agenda pengamalan Pancasila. Dalam konflik agama yang kerap kali muncul dan mengancam persatuan Indonesia, gereja perlu untuk mengambil langkah antisipatif dengan melahirkan gerakan dan kader berkarakter kebangsaan, sebagai bagian dari kelompok pelopor kerukunan umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, menjadi penting bagi gereja untuk terus melakukan pengkajian agar mendekatkan pelayanan gereja pada
pembentukan kelompok masyarakat yang harmonis dan siaga terhadap segala ancaman perpecahan.

Mahasiswa Pasca Sarjana UKI ini menegaskan bahwa hanya Pancasila yang bisa menyerap semua keinginan dan aspirasi masyarakat Pancasila yang bisa mengayomi masyarakat Indonesia, Makanya PMKRI wajib menjadi garda paling depan untuk menjaga Pancasila.

Seminar yang diikuti Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Yogyakarta diselenggarakan di Universitas Pembangunan Nasional UPN Veteran Yogyakarta. Selain itu seminar ini juga dihadiri peserta dari anggota PMKRI Malang, Palangkaraya, Samarinda. Turut berbicara dalam Seminar tersebut Kesbangpol DIY, peneliti Wilhelmus Wempy Hadir. (RPS/KbN)

4 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password