breaking news New

Kronologi Penangkapan Kader PMKRI Cabang Makassar oleh Aparat Kepolisian

Foto: Instagram Marsi Edon (PP PMKRI)

Makassar, Kabarnusantara.net – Beberapa anggota PMKRI Cabang Makassar ditahan oleh aparat Kepolisian Kota Makassar, pada (01/05/2017) siang, pukul 13.00 WITA, saat aksi damai dalam rangka memperingati May Day (Hari Buruh) yang bertempat di tugu monumen Mandala, Makassar.

Mereka yang ditahan berjumlah empat orang atas nama Enrico Janwar Pribadi (Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar); Valentinus Vensi (Presidium Gerak Kemasyarakatan); Timoteus Versi (Koordinator Biro Pendidikan); Robertus Antara (Anggota Biro Advokasi).

Informasi yang dihimpun kabarnusantara.net bahwa peserta aksi dari PMKRI Cabang Makassar awalnya bergerak ke Jembatan Layang, lokasi yang sudah direncanakan. Tetapi berhubung lokasi aksi tersebut dipenuhi oleh peserta aksi dari organisasi lain maka peserta aksi PMKRI Cabang Makassar kemudian bergerak ke jalan Hertasning dan lokasi aksinya di depan DPRD Kota Makassar. Aksi berlangsung selama 50 menit.

Peserta aksi mulai berorasi menyampaikan pendapatnya Pukul 14.10 WITA selama kurang lebih 80 menit di depan DPRD Kota Makassar dan aksi berlangsung aman dan terkendali.

Ical, Pengurus DPC PMKRI Cabang Makassar menyampaikan kepada Kabarnusantara.net bahwa Saat peserta aksi masih melakukan orasi menyampaikan pendapatnya, salah seorang anggota polisi secara sengaja menerobos dalam barisan peserta aksi dan entah dirasuki oleh ide yang seharusnya tidak pernah dipikirkan oleh seorang anggota polisi. Kejadian ini tepat Pukul 15.30 WITA, saat peserta aksi berorasi menyampaikan tuntutan. Anggota polisi tersebut mengambil secara paksa salah satu spanduk yang berisi tuntutan dan membuang spanduk tersebut ke dalam area kantor DPRD Kota Makassar.

“Kami merasa tersinggung dengan prilaku anggota polisi tersebut. Peserta aksipun mulai menyampaikan tuntutan kepada aparat kepolisian yang mengawal aksi PMKRI Cabang Makassar agar mengembalikan peralatan aksi kami berupa spanduk yang dirampas”, jelas Ical.

Ia menambahkan, tuntutan kami ternyata sama sekali tidak direspon oleh aparat kepolisian yang mengawal, maka peserta aksi kemudian melanjutkan aksi untuk menuntut agar peralatan aksi kami segera dikembalikan.

Menurutnya, peristiwa penangkapan ini berawal dari salah seorang peserta aksi melakukan orasi dan menyampaikan pendapatnya, aparat kepolisian yang berada di dekat barisan mulai menekan salah seorang peserta aksi dan mulai mencekik peserta aksi tersebut dengan alasan mereka tersinggung dengan pendapat dari salah seorang orator aksi.

Aparat kemudian memukul dan menyeret seorang peserta aksi Valentinus Vensi sebagai Koordinator Lapangan. Anehnya, pihak Kepolisian tidak memberi kesempatan kepada Koordinator Lapangan untuk membela diri.

Aparat kemudian menyeret Koordinator Lapangan yang memimpin aksi ke dalam mobil polisi yang diparkir di dekat area kantor DPRD Kota Makassar.

Selain menyeret Koordinator lapangan aksi, Ical menambahkan, aparat melakukan intimidasi terhadap peserta aksi dengan menuduh secara serampangan beberapa peserta bahwa mereka juga menyampaikan pendapat yang menyinggung aparat kepolisian tersebut padahal tuduhan tersebut tidak benar dan sangat tidak berdasar.

“Kemudian aparat mulai mencekik dan menahan tiga orang peserta aksi lainnya dan memasukkan ketiga orang tersebut kedalam mobilnya yang tersedia di halaman kantor DPRD Kota Makassar”, pungkasnya.

Selain menahan empat orang Anggota Biasa PMKRI Cabang Makassar, lanjut Ical, pihak Kepolisian juga melakukan tindakan represif yang menyebaban tiga orang peserta aksi mengalami luka ringan. Mereka adalah Agustinus Jeranu (Wakil Presidium Hubungan Perguruan Tinggi); Ferdinandus Karvalo (Presidium Hubungan Perguruan Tinggi); Fidelis Brahi (Koordinator Komisariat YASPI).

Pada pukul 16.12 WITA, aparat kepolisian membawa ke empat rekan kami dengan mobil Polisi menuju kantor Polrestabes Kota Makassar.

“Pihak Kepolisian juga menyita megaphone milik anggota aksi. Peserta aksi pun bersepakat untuk menghentikan Aksi Damai pada Pukul 16.40 WITA, dengan alasan Pihak Kepolisian telah menyita beberapa perlengkapan aksi dan beberapa anggota aksi ditahan. Peserta aksi pun kembali ke Margasiswa PMKRI Cabang Makassar”, tutup Ketua DPC PMKRI Cabang Makassar tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, ke empat Saudara Perhimpunan masih ditahan di Polrestabes Makassar. (Tiburtius/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password