breaking news New

Peringati Hardiknas, BEM STPMD Yogyakarta Boikot Semua Ruang Kelas Kampus

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Memperingati hari buruh nasional atau yang dikenal dengan sebutan may day, mahasiswa Sekolah Tinggi Pembagunan Masyarakat Desa, STPMD “APMD”, Yogyakarta menggelar aksi solidaritas dengan menghadirkan panggung demokrasi di kampus.

Aksi Solidaritas yang disediakan Badan Eksekutif (BEM) STPMD “APMD” ini, dihadiri oleh semua lembaga internal kemahasiwaan kampus mulai dari UKM-UKM, HMJ dan segenap organisasi gerakan ekternal kampus yang berdomisili di kampus STPMD “APMD” seperti, SMI, PEMBEBASAN, GMNI, GPPI, FMN dan lainya.

Aksi ini dimulai dari aksi prakondisi yang digelar pada (28/04/2017) dan berujung pada pemboikotan semua ruang kelas yang dilakukan sejak pukul 08-11 Wib pada (2/05/2017) hari ini.

Berlangsung di halaman tengah kampus STPMD “APMD”, terlihat beberapa mahasiswa menyampaikan aspirasi sambil memegang spanduk yang berisi beragam petisi yang mengkritisi beberapa kebijakan kampus yang tidak berpihak kepada mahasiswa serta menyoal terkait peran dan tanggungjawab dosen yang diharapkan lebih memperhatikan mahasiswa serta menyinggung sejumlah kekurangan atas beberapa sarana dan prasana pendukung aktivitas mahasiswa di kampus STPMD.

Menyoal lebih jauh atas beragam persoalan internal kampus diungkapkan oleh Gaspar, Menteri luar negeri BEM STPMD dalam orasi politiknya.

“Saya menegaskan kepada semua civitas akademika kampus ini harus benar-benar sadar akan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Sebagai mahasiswa kita harus betul-betul menuntut semua apa yang menjadi hak kita dan lembaga harus bisa memenuhi itu, sehingga semua yang ada di kampus ini saling bermitra untuk membagun kampus ini dengan lebih baik”, jelas Gaspar yang juga Korlab dalam aksi tersebut.

Hal lain juga disampaikan oleh aktivis SMI dan sekaligus Korlab dalam aksi tersebut, Sultan. Sultan dalam orasi politiknya lebih menlihat aksi may day di kampusnya secara lebih luas.

“May day tidak hanya sebagai ritual belaka. Mey day adalah ajang bagaimana negara semakin meyakinkan dirinya dalam membidani lahirnya berbagai kebijakan-kebijakan pendidikan yang populis dan pro pelajar”, papar Sultan.

Ditemui Kabarnusantara.net, Prsiden BEM STPMD, Marianus Kago Mofu menjelaskan aksi yang digalakan adalah bagian dari tanggunjawab BEM dalam mewadahi aspirasi dan kepentingan mahasiswa juga merupakan bentuk responsif atas pringatan hari pendidikan nasional.

“Aksi ini adalah bagian dari tanggungjawab BEM STPMD dalam mewadahi kepentingan semua mahasiswa STPMD dan sekaligus sebagai bentuk responsif atas pringatan may day. BEM melakukan semua ini betul-betul atas nama semua mahasiswa STPMD”, papar Marianus.

Pria kelahiran Nabire, Papua itu juga mengharapkan pihak lembaga kampus STPMD untuk menanggpi dengan serius atas beragam tuntutan yang sudah disampikan.

“Saya sangat mengharapkan aksi dan semua tuntutan yang sudah disampikan tidak hanya didengar tetapi betul-betul dijawabi oleh lembaga STPMD”, tambah Marianus.

Melihat makna may day bagi mahasiswa STPMD, ia mengajak mahasiswa harus semakin proaktif untuk secara bersama-sama membangun kampus yang ditunjukan lewat tindakan-tindakan yang postif.

Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan, Bapak Widyo Hari menanggapi akasi mey day yang dilakukan BEM atas kampus dengan mengajak mahasiswa untuk melakukan audiensi yang direncanakan akan digelar pada Rabu, 03 Mei besok.

Bebarapa tuntutan yang dihasilkan seperti, mengharpakan kampus agar mewujudkan pendidikan murah, trasnparan, hilangkan otoritarianisme dan militerisme khusnya atas kehadiran MENWA di kampus dengan lebih mengendepankan kampus yang demokratis, menghadirkan dosen-dosen yang berkulitas, menuntut pemberhentian pembayaran unag kulia sistem paket, menuntut untuk menghilangkan komersialisme pendidikan, menuntut keterlibatan mahasiswa dalam penyusunan renstra kampus dan sebagainya. (Astramus Tandang/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password