breaking news New

Meski Kekurangan Komputer, SMP Negeri II Langke Rembong Tetap Selenggarakan UNBK

RUTENG, Kabarnusantara.net – 
Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri II Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih terbilang nekat. Betapa tidak, di tengah kondisi keterbatasan jumlah komputer, pihak sekolah berani memutuskan menyelenggarakan UNBK.

Kepala Sekolah SMP Negeri II Langke Rembong, Fransiskus Jusman, Rabu, 3/5/2017 mengatakan Ujian Nasional Berbasis Komputer diikuti 287 siswa. Dan satu siswa diantaranya mundur dengan alasan sakit.

Jumlah siswa peserta UNBK sebanyak 286 tidak sebanding dengan ketersediaan komputer milik sekolah sebanyak 30 unit.

“Pihak sekolah hanya memiliki 30 unit komputer. Sementara kami membutuhkan minimal 100 unit komputer. Berkat semangat dari orang tua dan guru-guru, kami berhasil mendatangkan 46 unit komputer milik orang tua siswa dan 24 unit lainnya milik guru-guru,” ujar Jusman.

Dikatakan Jusman, setiap hari, UNBK dilaksanakan dalam sesi dan masing-masing sesi membutuhkan waktu 2 jam. Setiap sesi diikuti oleh 96 siswa yang terbagi dalam 3 ruangan.

Pantauan Kabarnusantara.net, UNBK di sekolah itu sempat terganggu selama 10 menit akibat turunnya daya listrik. Namun berkat kesigapan pihak panitia bersama PLN Ranting Ruteng, masalah itu dapat diatasi dengan mudah.

Tampak para siswa dengan serius mendengarkan arahan pengawas yang didampingi proktor dan teknisi sebelum mereka mulai masuk ke dalam soal UN di layar komputer mereka.

Tampak pula para siswa peserta UNBK memasukan user name, password, dan kemudian login.

Proktor UNBK, SMP Negeri II Langke Rembong, Largus Barus,S.Fil kepada Kabarnusantara.net mengatakan penyelenggaraan UNBK dapat dilakukan dengan sistem semi daring (online), yaitu soal dikirim dari peladen (server) pusat melalui jaringan internet ke peladen lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh peladen lokal secara offline. Setelah selesai dikerjakan, jawaban siswa kemudian dikirim secara online ke server pusat di Jakarta.

Dikatakan Barus, hingga sesi ketiga di hari kedua UNBK di sekolah itu, pihaknya belum menemukan kendala berarti.

Barus mengakui sempat terjadi gangguan pada sejumlah perangkat komputer akibat rendahnya suplai daya listrik. Namun kejadian itu tidak berlangsung lama dan dapat diatasi dengan baik oleh PLN yang selalu siaga di lokasi UNBK.

Salah seorang peserta UNBK, Franky Julius Tambur mengatakan dirinya sempat gugup ketika komputernya mengalami penurunan voltase listrik.

“Dan itu berlangsung selama sepuluh menit pak. Dan saya pun kembali bersemangat ketika masalah itu teratasi,” pungkasnya.

Penyelenggaraan UNBK di sekolah itu didukung penuh oleh PLN Ranting Ruteng.

Sekolah bekerjasama dengan PLN Ranting Ruteng untuk menyiapkan suplai listrik cadangan berupa Mesin Genset berkekuatan 50 KV. Petugas pun disiagakan di lokasi UNBK. (Alfan Manah/KbB)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password