breaking news New

Kapolda DIY: Mahasiswa Harus Cinta Pancasila dan NKRI

Yogyakarta, Kabarnusantra.net – Kepala Kepolisisan Daerah Istemewa Yogyakarta, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menghimbau kepada mahasiswa Universitas Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta agar tidak mudah terjebak pada pengaruh organisasi-organisasi yang tidak sesuai Pancasila dan mengancam NKRI yang ramai muncul ke permukaan akhir-akhir ini. Pernyataan itu disampaikannya dalam kuliah umum di hall UIN pada Kamis, 05 Mei 2017.

Ahmad mengatakan musuh bangsa Indonesia itu bukan orang lain, tetapi bangsa Indonesia itu sendiri.

“Musuh bangsa Indonesia saat ini adalah bangsa Indonesia sendiri. NKRI dihadapkan dengan masalah keberagaman suku, bangsa, agama dan ras. Di sisi lain paham-paham dan keberagaman banyak bermunculan, termasuk dalam bentuk organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI dan menginginkan paham sendiri”, jelas Ahmad.

Ia juga mengaku heran akan situasi bangsa Indonesia saat ini.

“Padahal NKRI adalah negara keberagaman yang memiliki pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke yang seharusnya menerima keberagaman yang ada dan Pancasila, tetapi kok masih ada peristiwa seperti ini”, lanjut Ahmad.

Ahmad menduga berbagai macam tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, akibat sikap intoleransi baik antar umat atau inter umat beragama dan disebabkan karena masih ada kelompok yang memaksakan ideologi lain selain ideologi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila serta dikarenakan persaingan bangsa antara negara yang menginginkan NKRI pecah, lemah dan bubar masih rentan dan sangat tinggi terjadi.

Melihat kekayaan dan keberagaman bangsa yang besar ini, Ahmad mengharapkan agar secara bersama-sama menjaga dan melestarikannya.

“Suku bangsa ini jumlahnya lebih dari seribu, bahasa hampir 700-an, pulaunya hampir 13 ribu, dan memiliki beragam agama. Banyak keberagaman yang kita miliki. Kita harus melestarikan bersama keberagaman itu dan jaga bersama NKRI yang besar ini yang memiliki ideologi tunggal yaitu Pancasila,” ungkap Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan sekarang ini Indonesia telah masuk dalam medan perang untuk mempertahankan NKRI baik dari sisi internal atau pun eksternal.

“Perang yang kita hadapi sekarang tak lagi dengan menggunakan senjata, tak ada lagi peluru nyasar. Perang saat ini bisa di keberagaman informasi, ekonomi, budaya, dan perang membangun persepsi. Perangnya pun sudah masuk dalam ranah privasi”, jelasnya.

Masalah keberagaman yang dihadapi NKRI membuat Ahmad juga mengaku khawatir jika mahasiswa masuk ke dalam organisasi yang ditumpangi oleh kepentingan yang ingin memecah NKRI dan ingin mendirikan ideologi baru selain Pancasila.

“Jangan sampai mahasiswa masuk dalam organisasi-organisasi yang berlawanan dengan Pancasila dan NKRI. Masuklah ke organisasi yang sepaham dengan NKRI agar selalu cinta dengan NKRI”, ungkapnya. (Astramus Tandang/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password