breaking news New

PMKRI, Jadilah Roti Hidup yang Patriotik  (Berantas Kejahatan & Bukan Bersukutu Dengan Penjahat)

Langkah berani PMKRI Pusat beberapa waktu lalu dengan melaporkan Rizieq ke kepolisian atas dugaan penistaan agama, menjadi sebuah angin segar bagi bangsa Indonesia, bahwa paling tidak umat Katolik Indonesia selama ini tidak diam terhadap berbagai arus radikalisme yang ingin memecah belah bangsa. Meski ada pro dan kontra terhadap langkah berani PMKRI Pusat ini, namun langkah mereka pantas diapresiasi sebagai langkah maju dari Jiwa Katolik 100 % yang Patriotik 100 %.

Keberanian PMKRI Pusat dengan melaporkan Rizieq, ikut membangkit gelora semangat organisasi-organisasi kemahasiswaan lain yang memiliki roh yang sama yaitu roh toleransi untuk melaporkan Rizieq sang pencipta kekacauan dan perusak toleransi bersama gerombolan premannya yang berlabel agama.

Bangkitnya PMKRI Pusat, menjadi momentum baru dalam perjuangan mempertahankan keutuhan NKRI. Semangat juang para pahlawan dan alumni PMKRI tempoe doeloe dihidupkan kembali dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI.

Bahkan langkah berani PMKRI ini menjadi momentum baru, pembaharuan yang membaharui wajah PMKRI yang dalam beberapa periode terjadi dualisme kepemimpinan pusat, perkelahian yang terjadi dalam Rakernas PMKRI di Jayapura juga sedikit kekacauan yang terjadi dalam MPA PMKRI di Yogyakarta (Oktober 2008). Bahwa PMKRI hari ini tidak lagi menjadi boncengan kepentigan oknum elite politik Katolik yang nota bene adalah alumni PMKRI.

Dengan melaporkan Rizieq, PMKRI semakin menegaskan dirinya sebagai organisasi Katolik yang berjalan dalam nafas Iman Katolik dan bukan berjalan dalam stir oknum alumni PMKRI untuk kepentingan Politik sesaat. Mereka sepertinya mulai sadar bahwa perpecahan dalam tubuh PMKRI beberapa periode yang lalu disertai dengan cemoohan, caci maki kepada para bapak Uskup dan Romo Moderator merupakan bagian dari permainan kepentingan politik oknum alumni PMKRI untuk menjadikan PMKRI sebagai wadah mencapai kekuasaan Politik.

Namun langkah berani PMKRI Pusat beberapa bulan yang lalu, hanya meninggalkan noda tak sedap dan tak elok dengan munculnya undangan pelaksanaan Ceramah Pendidikan, di mana Hary Tanoe menjadi pembicara. Semua orang tahu cara permainan politik HT dan siapa kawan HT. HT adalah bagian dari kubu Rizieq dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Semua orang tahu. Berada dalam kubu Rizieq, mempertontonkan bahwa HT adalah kawan radikalisme dan bukan toleransi. Lalu apa yang bisa diberikan oleh HT dalam rangka menciptakan perdamaian di Republik Indonesia.

Kemarin PMKRI Pusat melaporkan Rizieq, dan hari ini PMKRI Pusat memeluk erat sahabat Rizieq. Sebuah permainan yang tanpa sadar sedang dimainkan oleh oknum elite politik Katolik. Bukannya mempertanyakan proses perkara Rizieq yang dilaporkan, justru mendekatkan diri dengan “kelompk Rizieq” melalui HT.

Semua orang juga tahu agenda politik HT melalui Perindo. Jika hari ini PMKRI Pusat menggandeng HT dalam ceramah pendidikan, apapun alasannya, semua mata tertuju pada PMKRI (yang rohnya adalah organisasi Katolik Independen untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran tanpa pengaruh siapapun dan kepentingan politik manapun) sambil berkata; PMKRI wadahnya Perindo.

Apakah PMKRI Pusat hari ini menghendaki kondisi seperti PMKRI beberapa periode yang lalu yang terpecah belah dalam dualisme kepemimpinan karena menjadi tunggangan kepentingan elite politik Katolik yang nota bene alumni PMKRI? Atau PMKRI sekarang memang menjadi wadah kepentingan politik tertentu yang bersifat pragmatis dan opurtunitis?

Kembalilah di jalan yang benar. Jalan 100 % Katolik namun 100 % Indonesia dengan tetap berdiri pada roh kebenaran dan keadilan tanpa ditunggangi oleh kepentingan elite politik atau partai politik tertentu dan tanpa tergiur oleh tebalnya amplop yang justru memecah belah bangsa dan merusak toleransi dalam wadah NKRI.

PMKRI, JADILAH ROTI HIDUP YANG PATRIOTIK DENGAN MENGUBAH KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN DAN BUKANNYA BERSEKUTU DENGAN PENJAHAT. JADILAH PMKRI YANG PRO ECCLESIA ET PATRIA DAN BUKAN PRO ECCLESIA ET AMPLOP. Semoga.

Manila: Mayo-05-2017

Fr. Juan Tuan MSF

142 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password