breaking news New

Sorot Balik dalam Cerpen

Kabarnusantara.net – Apakah sorot balik itu, a represention, in the course of a story, of some event or scene of a previous time. “Suatu penampilan kembali peristiwa atau adegan dari masa lewat, ketika sedang mengisahkan sebuah cerita”. Penampilan kembali di sini tepat dan penting. kenapa? Karena memang sorot balik ialah peristiwa atau adegan yang ditampilkan kembali seperti ujud semula, dirogoh dari masa lampau. Sorot balik tidak pernah dituturkan atau diuraikan dengan narative, tapi selalu ditampilkan secara dramatis.

Dalam cerpen sorot balik seharusnya merupakan bagian yang sah dari cerpen, tapi terjadinya sebenarnya pada masa lampau. Sekalipun demikian pembaca terlibat di dalamnya seolah- olah peristiwa itu terjadi sekarang. Artinya, jika sorot balik itu terlewatkan tidak dibaca, ceritanya tidak bunyi, pembaca tidak memahaminya. Jadi sorot balik harus merupakan bagian mutlak cerita.

Membuat Transisi

Seorang gadis sedang menanti seseorang di sebuah persimpangan jalan. Di dekatnya tampak banyak orang bekerja menggarap sebuah proyek bangunan baru. Lalu lintas di jalan itu, bising juga, meskipun kabut tipis mengendap di permukaannya. Klakson mobil terdengar bersahutan, percobaan untuk menghindari saling tabrakan. Di balik kabut gadis itu melihat bangunan itu yang sudah ambruk dan beberapa lampu merkuri kuning berkejab- kejab. Ia tampak muram dan termenung.

Apa yang direnungkan gadis itu? Ini sebuah pertanyaan yang bisa menggelitikan kreativitas pengarang. Persimpangan jalan berselimutkan kabut, umpanya, dapat dijadikan sebagai tombol untuk menghidupkan ingatan si gadis itu pada masa kanak- kanaknya. Dulu pada waktu itu umur tujuh tahun, ia tinggal di rumah orang tuanya yang juga terletak di sebuah persimpangan jalan yang hampir tiap pagi selalu ditelan kabut. Pengarang dapat membuat transisi yang berbunyi: 

” Di depan matanya seolah- olah ia melihat rumah orang tuanya ketika ia masih duduk di kelas pertama SD……dst”

Begitulah sorot balik muncul dengan tombol “persimpangan jalan berselimut kabut”. Masih ada obyek lain dalam situasi itu yang bisa dijadikan tombol juga. 

Fungsi Sorot Balik

Tugas sorot balik itu sebanyak pekerjaan pembantu rumah tangga. Tugas umumnya sebagai alat untuk memunculkan informasi tentang apa yang terjadi sebelumnya. Kelebihan lainnya mampu menciptakan sense of immediacy dari apa yang terjadi sebelumnya, karena sorot balik diujudkan secara dramatis. 

Kelebihan sorot balik yang lainnya untuk membangun watak tokoh cerita. Pembaca harus diperkenalkan dengan watak tokoh untuk dapat beridentifikasi dengan tokoh itu. Dan mengenalnya dengan baik. Orang yang kita kenal dengan baik ialah yang mempunyai kenangan- kenangan yang sama dengan kita. 

Nah, jadi pembaca pun diusahakan untuk memiliki kenangan yang sama dimiliki oleh tokoh itu. Bagaimana caranya? Kita manfaatkan teori Sigmund Freud tentang pengaruh masa lampau pada watak untuk tingkah laku tokoh. (RR/ KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password