breaking news New

Diintimidasi Massa Narsum, Wartawan FE Didenda Babi dan Uang Rp 1 Juta

Gun (kanan) dan Andre (kiri)

RUTENG, Kabarnusantara.net – Diintimidasi massa yang beringas, wartawan media online lokal floreseditorial.com (FE) didenda secara adat Manggarai berupa satu ekor Babi dan uang Rp 1 juta.

Denda dibebankan ke Media FE bermula dari konflik pemberitaan antara seorang wartawan media lokal itu dengan seorang narasumber di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Konflik tersebut kemudian dimediasi pihak Polsek Borong, Kamis 4 Mei 2017. Namun dalam penyelesaiannya wartawan tersebut mendapat intimidasi dan mendapat caci maki dari keluarga narasumber.

Gun Ndarung, wartawan yang menulis berita berjudul “Di Matim Kades Polisikan Guru Saat Hardiknas” itu bahkan disebut “Wartawan Babi”.

“Itu yang bilang saya ‘Wartawan Babi’ namanya Aleks Nambung, Kepala Sekolah SDI Tenda Tuang. Dia ucapkan itu di dalam ruang mediasi dan disaksikan sejumlah polisi,” ujar Gun di kantor Lembaga Bantuan Hukum di Ruteng Manggarai, Jumat malam 5 Mei 2017.

Andre Kornasen rekan Gun, mengakui dalam acara mediasi itu mereka dipaksa mengakui kesalahan menulis berita dan pada akhirnya didenda oleh pihak narasumber.

“Kami ketakutan, massa begitu beringas di luar Polsek. Akhirnya kami terima saja denda satu ekor babi dengan uang Rp1 juta,” utur Kornasen.

Meski terkena denda adat, Andre Kornasen mengklaim tidak ada yang salah dalam berita itu karena penyataan semua narasumber termuat di dalam berita tersebut.

“Saya sempat meminta narasumbernya untuk menjelaskan di bagian mananya berita tersebut yang tidak sesuai fakta,” kata Andre.

“Semua ada rekamannya dan berita yang ditulis berdasarkan kata Kepala Desa Golo Kantar, Marselus Noe Nuhung, Kepala sekolah SDK Jawang Theresia Lumu serta Aleks Nambung, Kepala Sekolah SDI Tenda Tuang. Berita yang kami turunkan sangat fakta dan memenuhi syarat both side,” imbuhnya.

Konflik ini bemula saat floreseditorial.com memberitakan Kepala Desa Golo Kantar, Marselus Noe Nuhung polisikan Kepala Sekolah SDK Jawang Theresia Lumu karena mengganti secara sepihak peran Marselus Nuhung sebagai inspektur upacara Hardiknas pada 2 Mei 2017 lalu. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password