breaking news New

Kadis Pendidikan Matim Akan Tindak Tegas Kepsek Yang Katai ‘Wartawan Babi’

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Frederika Soch (kiri) sedang berdialog dengan Awak Media yang tergabung dalam AJO dan Penasihat Hukumnya, Fransiskus Ramli (Baju Putih)

BORONG, Kabarnusantara.net – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frederika Soch berjanji akan menindak tegas Kepala Sekolah (Kepsek) SDK Jawang, Theresia Lumu dan Kepala Sekolah SDI Tenda Tuang Aleksius Nambung. Hal itu ditegaskan Soch lantaran keduanya mengintimidasi wartawan, mengerahkan massa dan mengatai wartawan dengan sebutan “wartawan Babi” di Kantor Polsek Borong Kamis, 4 Mei 2017 lalu.

“Keduanya telah saya panggil pagi ini. Mereka menyangkal tidak pernah menyebut kata ‘Babi’ kepada wartawan. Tidak menjatuhkan denda adat serta tidak pernah mengintimidasi kedua adik saya, wartawan floreseditorial,” ujar Frederika Soch saat menerima belasan awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Online Manggarai Raya, di Lehong, Borong, Senin, 8/5/2017.

Mesti Kepsek Theresia Lumu dan Aleksius Nambung tidak mengakui perbuatannya, Kadis Frederika tetap memastikan akan mengambil tindakan tegas kepada keduanya.

“Mesti ditindak tegas, supaya ada efek jera. Nanti malah terjadi seperti ungkapan guru kencing berdiri dan murid kencing berlari. Perbuatan buruk guru nanti akan ditiru oleh anak-anak di sekolah,” ujarnya lagi.

Ia pun memberi waktu dua hari ke depan (Selasa & Rabu) kepada Theresia dan Aleks untuk menyusun kronologi, klarifikasi, dan termasuk mencantumkan permohonan maaf kepada wartawan floreseditorial.com secara khusus dan juga kepada organisasi pers di Manggarai Raya.

Lebih lanjut, kata Frederika, surat klarifikasi dari Theresia dan Aleks akan diserahkan ke Bupati Manggarai Timur. Kemudian dijadikan siaran pers oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Matim.

“Mereka juga saya wajibkan menyampaikan permohonan maaf kepada pers di Manggarai Raya, ujarnya.

Selain itu, Soch pun mengaku kontribusi wartawan dalam Pembangunan di Bidang Pendidikan sangat besar.

“Mereka tidak paham bahwa wartawan telah banyak membantu pemerintah di Bidang Pendidikan. Ada sekolah yang rusak, wartawan beritakan. Kemudian Pemerintah Pusat menurunkan bantuan bagi sekolah rusak tersebut untuk diperbaiki. Itu sedikit dari apa yang sudah dilakukan wartawan. Jadi harusnya kita hargai wartawan dan hormati martabat semua profesi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia pun mengaku tersinggung karena baru mengetahui informasi tentang kasus itu dari wartawan yang hendak mewawancarainya.

“Sebagai atasan, saya tersinggung baru mengetahui masalah itu dari informasi teman-teman wartawan bahwa kedua kepala sekolah itu melaporkan wartawan ke Polisi karena tidak puas dengan pemberitaan yang berjudul “Di Matim Kades Polisikan Guru Saat Hardiknas,” ujarnya.

Menurut Soch, selaku pejabat publik, kepala sekolah semestinya paham soal komunikasi publik. Ketika ada pemberitaan yang dinilai merugikan, ujar Soch, semestinya kepala sekolah melaporkan peristiwa itu kepada dirinya selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kepala sekolah mestinya paham komunikasi publik dan tidak serta-merta melaporkan wartawan ke Polisi. Apalagi itu terkait pemberitaan. Sebelumnya meraka melaporkan wartawan penulis berita itu ke Polsek Borong. Dan mereka tidak pernah melaporkan persoalan itu kepada saya,” ungkapnya kecewa.

Langkah berikutnya, kata Soch, kepala sekolah yang merasa dirugikan akibat pemberitaan harusnya mengajukan hak jawab untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut, bukan malah melaporkan wartawan yang memberitakan hal itu ke Polisi.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Online (AJO) dan Kuasa Hukum AJO, Fransiskus Ramli.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang wartawan floreseditorial.com, Andre Kornasen dan Gun Ndarung dikatai ‘Babi’ dalam penyelesaian masalah pemberitaan antara floreseditorial.com dengan narasumber, masing-masing Theresia Lumu dan Aleksius Nambung. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password