breaking news New

Proficiat Pak Ahok, Engkau Penyelamat Bangsa yang Mengalami Kebangkrutan Keadilan

Pak Ahok…

Hari ini sebagian orang yang menghendaki “kematianmu” tertawa atas keputusan sang pengadil disertai ketukan palu, pertanda keputusan sudah final. Bagi mereka itu adalah kemenangan. Namun tidak bagi saya dan mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia yang berhati jernih, tulus demi tegaknya keadilan dan kebenaran di Republik ini. Keputusan itu adalah pertanda kekalahan sang pengadil yang tidak mampu berpijak pada keadilan dan kebenaran tetapi memperlihatkan dengan telanjang betapa ia tak berdaya di tengah riuh gempita suara serakah yang menghendaki dirimu dipenjara.

Pak Ahok…

Keputusan hari ini bukanlah kekalahanmu. Juga bukan berarti pak Ahok salah dan seorang penista sebagaimana yang dituduhkan kepadamu. Pak Ahok adalah Penyelamat Bangsa. Bukankah Pak Ahok selalu mengatakan semuanya diserahkan kepada Tuhan dan selalu beriman kepada Yesus, bahkan dengan tegas pak Ahok mengatakan; “SAYA BUKAN KAFIR”. Pak Ahok adalah penyelamat bangsa seperti sang Guru yang karena ketakutan Kayafas sebagaimana ketakutan pemerintah Indonesia menjadikan Pak Ahok juga seperti Yesus sebagai korban yang menyelamatkan; “LEBIH BAIK SATU ORANG MATI UNTUK KESELAMATAN SEMUA ORANG, DARI PADA SELURUH BANGSA HANCUR” (Jn 11:50).

Pak Ahok…

Meski saya kemarin sempat mengapresiasi langkah pemerintah membubarkan ormas HTI, sebenarnya saya merasa kwatir juga bahwa pembubaran ini seperti langkah Pilatus antara mengikuti desakan masyarakat Yahudi atau membebaskan Yesus sesuai hati nurani. Dan seperti langkah Pilatus yang memenangkan hati masyarakat Yahudi dengan membebaskan Barabas serta mengorbankan Yesus, langkah pemerintah kemarin adalah sebuah pilihan Pilatus antara membebaskan Pak Ahok atau Barabas (ormas HTI). Membebaskan (membubarkan) Barabas sehari sebelum vonis Pak Ahok adalah sebuah judi pencucian tangan pihak pemerintah demi menenangkan komplotan yang sedang berusaha merusak keadilan dan keutuhan NKRI, dan membiarkan Pak Ahok untuk siap menerima keputusan yang pada akhirnya dianggap seri 1-1: HTI dibubarkan, Pak Ahok dipenjara. Agar kekacauan tak lagi berkepanjangan.

Pak Ahok…

Anda tidak kalah. Keputusan hari ini menegaskan Pak Ahok sebagai pemenang. Yang demi keadilan dan kebenaran rela dan siap untuk disalibkan. Itu juga yang dialami oleh Yesus sang Guru yang diimani pak Ahok. Keputusan hari ini menegaskan Pak Ahok adalah Pahlawan dan Penyelamat Bangsa, jutaan umat Indonesia. Itu juga yang diteladankan oleh Yesus sang Martir kita.

Rasa bersalah pada akhirnya menggerogoti relung hati kaum bumi datar yang pada akhirnya mengakui bahwa Pak Ahok bukanlah Penista, Pak Ahok adalah Pahlawan, Penyelamat Bangsa sebagaimana pengakuan salah seorang prajurit Yahudi bahwa Yesus sungguh Anak Allah Penyelamat Dunia.

Pak Ahok…

Tunjukan kepada bangsa ini bahkan seluruh dunia bahwa Seorang Pahlawan Keadilan dan Kebenaran harus mengalami Penderitaan, “Kematian” dan Kebangkitan untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Tunjukan bahwa benar, untuk seorang pejuang kebenaran; tak selamanya keadilan itu berpihak ketika kekuasaan dan sentimen lebih mendominasi relung nurani sebagaimana juga yang dialami oleh Yesus yang selalu Pak Ahok imani.

SELAMAT DAN PROFICIAT PAK AHOK, LANTARAN PUTUSAN HARI INI BUKAN KEKALAHAN PAK AHOK TETAPI MEMPERLIHATKAN KEPADA DUNIA BAHWA REPUBLIK INI SEDANG DAN SELAMANYA MENGALAMI KEBANGKRUTAN KEADILAN DAN KEBENARAN. Selamat.

Surat Cinta dari Manila untuk Indonesia

Manila, Mayo-09-2017

Fr. Juan Tuan MSF

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password