breaking news New

Pastikan Swasembada Pangan, Tim Sergap Mabes TNI Sidak Bulog Ruteng

Keterangan Foto: Tim Sergap serius mendengarkan penjelasan pihak Perum Bulog Divre NTT di Gudang Bulog Sub Divre Ruteng, Rabu, 10/5/2017

RUTENG, Kabarnusantara.net – Tim Sergap (Serap Gabah Petani) Mabes TNI Angkatan Darat menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna mengecak ketersediaan beras di Gudang Bulog Ruteng, Rabu, 10/5/2017. Adapun tim Sergap Mabes TNI AD yang turun di Ruteng dipimpin oleh Kolonel Inf. RM. Bambang Wisnu, Kolonel Arh. Made Sudiana dan Kolonel Czi Ade Heri Kurniawan. Tim Sergap itu didampingi Dandim 1612 Manggarai, Letkol Czi Hartanto Dwi Priyono,ST bersama Pasiter Kodim 1612 Manggarai, Musoli.

Kolonel Arh. Made Sudiana kepada Kabarnusantara.net mengatakan tim Sergap Mabes TNI AD ditugaskan Pemerintah Pusat sesuai kesepakatan Bulog, TNI dan Kementerian Pertanian untuk memastikan swasembada pangan tetap terjaga hingga 2019.

“Tujuan kita mengecek stok gudang Bulog Ruteng untuk memastikan swasembada pangan sampai 2019 nanti. Kita juga datang untuk melihat kondisi Petani secara langsung. Apakah Petani sejahtera tidak. Apakah harga gabah yang dibeli minimal sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp 3.700,” ujar Made Sudiana.

Berdasarkan pantauan Tim Sergap di daerah Gudang Beras NTT di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Harga Gabah Kering melampaui HPP. Dengan kondisi itu, kata Made, berarti petaninya sejahtera.

Kita juga melihat, gudang-gudang Bulog yang ada ini memadai tidak untuk menampung bahan pangan utama yang dibutuhkan rakyat, memenuhi tidak untuk kebutuhan pangan hingga 2019.

“Sejauh ini stok pangan kita cukup hingga 2019. Bahkan kita sudah tidak tergantung lagi pada beras impor sejak 2016 kemarin. Sebelumnya untuk stock cadangan pangan masuk kita masih bergantung pada impor. Namun sampai sekarang stock nasional pangan kita masih aman. Diharapkan kita bisa mandiri dan stock swasembada pangan meningkat.” ujarnya.
Terkait kondisi ketersediaan pangan di Bulog Ruteng, Made mengatakan stock Bulog Ruteng masih aman dan bisa memenuhi ketersediaan pangan.

“Kondisi gudang di Bulog Ruteng masih bagus dan sesuai standard. Stock pangan juga masih bisa memenuhi. Dengan catatan masih ada beras rastra yang harus didistribusikan,” kata Made.

Bulog hanya mendistribusikan saja, Pemerintah Daerah dan Kementerian Sosial harus turut mendorong percepatan distribusi.

“Dari sisi distribusi logistic pangan masih aman dan lancar. Ketersediaan pangan masih bisa teratasi dengan baik. Jangan sampai rakyat kasarnya tidak makan. Ada pun sejumlah kendala yang kita temui akan menjadi rekomendasi kita untuk perbaikan ke depan,” tutupnya.

Selain itu, Kabid Pengadaan Perum Bulog Divre Provinsi NTT, Alex Malelak mengatakan hasil evaluasi internal BULOG secara nasional, memang ada kendala dalam penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (rastra) di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu penyaluran yang tidak tepat sasaran dan tidak tepat waktu. Tidak tepat sasaran disebabkan di sejumlah wilayah desa, pembagian rastra dilakukan secara merata untuk semua warga desa atau dibagi tidak hanya untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS).

Sedangkan tidak tepat waktu kendalanya bukan di BULOG. Ada pertimbangan kondisi kenapa ada wilayah desa yang distribusinya dilakukan sekali enam bulan dan bahkan sekali setahun.
“Kenapa distribusi dilakukan satu kali dalam enam bulan. Ada wilayah yang karena pertimbangan kondisi tidak bisa didistribusikan setiap bulan. Ada wilayah desa yang jumlah Rumah Tangga Sasarannya sedikit berarti volume yang dibawa sedikit. Jika dibagikan setiap bulan, biaya ongkos angkutnya membengkak,” ujarnya.

Kendala lain, ujarnya, NTT yang terdiri dari banyak pulau cukup menyulitkan bagi Bulog dalam hal distribusi. Apalagi Bulog tidak punya armada distribusi milik sendiri.

Ia mencontohkan kesulitan yang dialami Perum Bulog di Kabupaten Flores Timur yang harus melayani RTS Rastra di Pulau Adonara, Pulau Solor dan Pulau Lembata.

“Pernah kita bicara dengan Pelni untuk membantu mengangkut beras Bulog dari Surabaya menuju NTT. Ok, kita siap karena Pelni lebih murah sebagai wujud sinergi kerja sama BUMN. Dan pihak Pelni menggebu-gebu siap bantu. Namun kendalanya lagi, saat diangkut Pelni, barang kita aman tidak. Kemudian ketika sekali dimuat 1.000 Ton beras, dan saat muatan beras dibongkar, kemampuannya hanya 100 Ton per hari. Pelni mau tidak bertahan selama 10 hari di dermaga,” pungkasnya.

Pantauan Kabarnusantara.net, gudang Bulog Ruteng tidak hanya menampung beras tetapi juga menampung gula. Bahkan gudang beras dan gula disatukan. Terlihat infrastruktur gudang Bulog Ruteng belum cukup memadai dan perlu sejumlah perbaikan dari pemerintah pusat.
(Alfan Manah/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password