breaking news New

Tenaga Ahli SES Jerman Perkenalkan Kurikulum Dual System di SMK Sadar Wisata

Sebagai wujud rasa terima kasih SMK Sadar Wisata Ruteng, para siswa mempersembahkan Tarian Rangkuk Alu dan Tarian Caci untuk Dr. Philip Herman Ayen

 

RUTENG, Kabarnusantara.net – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng mengikuti Program Pendampingan SMK Rujukan oleh tenaga ahli Senior Expert Service (SES) asal Jerman. SMK Sadar Wisata merupakan satu dari 35 SMK di Indonesia yang mendapat pendampingan langsung dari SES Jerman.

Dalam program pendampingan itu, Senior Expert asal Jerman, Dr. Philip Herman Ayen memperkenalkan Kurikulum Dual System kepada guru-guru dan para siswa SMK Sadar Wisata Ruteng.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng, Wilhelmus Bastian kepada wartawan di Ruteng, Sabtu, 13/5/2017.

Dikatakan Bastian, dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia, Pendidikan Kejuruan merupakan salah satu jenis pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Menurut Bastian, Pendidikan Kejuruan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan mandiri. Karena itu, Pendidikan Kejuruan selayaknya menitikberatkan pada pembelajaran berbasis kerja, sesuai dengan harapan dunia usaha dan dunia industri.

Namun kenyataannya, masih terdapat kesenjangan antara kemampuan yang diharapkan dunia kerja dengan lulusan yang dihasilkan dunia pendidikan.

Lebih lanjut dikatakan Bastian, Jerman dikenal sebagai negara yang sangat peduli dengan pendidikan vokasi/kejuruan.

“Pendidikan vokasi di Jerman bisa maju karena sektor pendidikan mendapat perhatian serius pemerintah. Ada kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah dan dunia industri dalam mengembangkan pendidikan vokasi,” ujarnya.

Atas dasar itu, ujar Bastian, selama tiga minggu belakangan, Senior Expert Service SES, Dr. Philip Herman Ayen memperkenalkan penerapan Kurikulum Dual System di SMK Sadar Wisata Ruteng.

“Selama tiga Minggu belakangan, Doktor Philip Herman Ayen membagikan ilmu dan pengetahuannya tentang Kurikulum Dual System,” tutur Bastian.

Sementara itu, Dr. Philip Herman Ayen mengatakan guru-guru telah diberi pelatihan bagaimana menerapkan Kurikulum Dual System.

“Kurikulum Dual System didesain untuk memberikan ilmu secara praktek 70% dan secara teori 30%. Sebagian besar waktu siswa digunakan untuk bekerja di industri, sedangkan sisanya mereka belajar teori di sekolah. Setelah itu, siswa akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Herman Ayen, SMK Sadar Wisata memiliki potensi yang luar biasa dan motivasi yang tinggi untuk menerapkan kurikulum itu. (Alfan Manah/KbN)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password