breaking news New

Terinfeksi WannaCRY: Tampilan Windows, “Ooops, Your files have been encrypted!

Foto: Tampilan windows yang sudah terinfeksi WannaCRY (Sumber: Kominfo)

Jakarta, Kabarnusantara.net- Seperti yang diberitakan di beberapa media baik di dalam ataupun luar negeri, telah terjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika yang tercantum dalam Siaran Pers No. 55/HM/KOMINFO/05/2017, yang dikeluarkan Sabtu (13/5/2017) menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar perlu dan penting melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman malware khususnya ransomware jenis WannaCRY.

Ransomware itu apa? 

Kominfo memberikan gambaran terkait serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware.

Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry.

Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut.

Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

“Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dengan adanya serangan siber ini, kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati hatian dalam berinteraksi di dunia siber.

Bagaimana Infeksi dan Penyebarannya? 

Wannacry menginfeksi sebuah computer dengan meng-enkripsi seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke computer windows lain pada jaringan yang sama.

Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry.

Setiap komputer windows yang sudah terinfeksi akan mendapatkan tampilan seperti gambar page di atas.

Dari tampilan diketahui bahwa Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi.

Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan 300 dollar amerika. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Disamping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Tindakan Pencegahan Sebelum Infeksi

Untuk pencegahan sebelum terinfeksi malware ransomare jenis wannacry, Kominfo menyarankan untuk melakukan beberapa langkah penting.

Antara lain, tahap-tahapnya sebagai berikut. Cabut Kabel LAN/ Wifi, Lakukan Backup Data, Update Anti-Virus, Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft.

Kominfo menyarankan agar selalu membackup file-file penting di komputer dan disimpan di penyimpanan lain, seperti Hardisk atau Flasdisk.

Tindakan Setelah Infeksi

Saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Akan tetapi memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain yang rentan vulnerable.

Secara terpisah, ID-SIRTII menghimbau agar ancaman ini perlu diwaspadai, khususnya pada Senin (15/5/2017) hari ini.

Agar PC-PC dan bentuk komputer personal dan jaringan lainnya jangan terhubung ke LAN dan Internet dulu. Terlebih dahulu lakukan backup data penting.

Lebih jauh, jelas ID-SIRTII, pastikan software anti virus sudah diupdate serta security patch yang disarankan oleh microsoft agar dilakukan terlebih dahulu. (KbN/Redaksi)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password