breaking news New

Tari Jaipong Sancang Gugat Warnai Pentas Budaya Nusantara Ganesha Musik APMD

YOGYAKARTA, Kabarnusantara.net-Lenggokan tubuh dari para penari tari Jaipong Sancang Gugat berhasil membius ratusan penonton yang sudah memadati Gedung Ganesha STPMD “APMD” sejak pukul 16.00 Wib.

Riuh-rendah suara dan gelora tepukan tangan para penonton mengema seluruh isi ruangan menyoraki para penari tari Jaiopong Sancang Gugat yang sedang beraksi.

Tari Jaiopong Sancang Gugat ini dipersembahakan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Tari dan Teater (Setater) STPMD “APMD” pada saat mengisi acara pentas musik dan budaya Nusantara yang digelari oleh UKM-Musik Ganesha STPMD “APMD” pada Kamis, 18 Mei 2017.

Para penari tarian asal Jawa Barat tersebut diantaranya, Rahma, mahasiswi semester 4 Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Dea yang juga mahasiswi semester 2 Program Studi Ilmu Pemerintahan asal Kalimantan Barat (Kalbar) dan Santi satu-satunya mahasiswi asal Yogyakarta.

Rahma, penari asal Kalteng saat ditemui Kabarnusantara.net menjelaskan bahwa tarian Jaipong Sancang Gugat adalah sebuah tarian yang mengadung nilai kritik sosial yang sangat tajam.

“Tarian ini memiliki makna kritik sosial yang sangat tajam. Kritik terhadap prilaku yang kurang berbudaya khususnya pada generasi sekarang ini. Misalnya, prilaku sombong, angkuh, congkak, koruptif dan lain sebagainya”, tutur Rahma.

Ketua UKM Setater, Natha mengungkapakan rasa bangganya atas penampilan dari para penari tari Jaipong Sancang Gugat.
Baginya, UKM Setater sudah bisa berkontribusi bagi pelestarian budaya lokal yang ada di Indonesia.

“Saya sangat bangga dengan penampilan para penari tadi. Apalagi penarinya ada yang dari Kalimantan tetapi bisa mementaskan tari Jaipong asal Jawa Barat. Ini luar biasa”, ungkap pemain alat musik Sape asal Kalimantan tersebut.

Dirinya berharap agar UKM Setater bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar lagi untuk menampilkan beragam seni tari dan teater nusantara dengan dukungan penuh dari pihak kampus STPMD “APMD”.

Hal senada juga disampaikan oleh koordinator tarian Jaipong Sancang Gugat, Mediana.

Medina melihat bahwa daya kreatifitas mahasiswa STPMD “APMD” sesungguhnya belum banyak dijamah dan di gali secara maksimal dan baginya ini dipengaruhi oleh kurangnya wadah maupun sarana pendukung yang diberikan kampus dalam menunjang minat dan bakat mahasiswa STPMD “APMD” khususnya pada pengembangan bakat seni tari dan teater.

“Kalau saya lihat mahasiswa yang bakat pada bidang seni tari dan teater sangat banyak sekali di kampus ini. Hanya bakat mereka belum terjamah, mungkin karena kurangnya fasilitas dan wadah yang disediakan kampus. Seperti halnya kami di Setater saat ini sangat membutuhkan pelatih dan juga alat musik Gamelan”, papar mahasiswi program studi Ilmu Sosiatri tersebut. (Astra Tandang/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password