breaking news New

Sosialisasi Keberlanjutan Program PAMSIMAS III, Desa Diberi Beban 10% Untuk Pembiayaan

RUTENG, Kabarnusantara.net – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Pemerintah Indonesia berkomitmen mewujudkan universal access 2019 dengan capaian target 100% akses air minum bersih dan 100% akses sanitasi bagi seluruh masyarakat. Untuk mencapai itu, salah satu strategi program yang dilahirkan pemerintah yaitu program Pamsimas.

Pamsimas merupakan strategi program yang mewadahi dan mengkolaborasikan program-program air minum dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat yang sumber pembiayaannya diambil dari berbagai sumber pendanaan baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, desa, maupun oleh lembaga lain untuk pencapaian akses 100% di tahun 2019. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum selaku executing agency, bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Dalam kegiatan Sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) III 2016-2019 di Aula Bappeda di Ruteng, Sabtu, 20/5/2017, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Manggarai, Martinus Jekau mengatakan tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota serta menerapkan praktek hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat.

Program Pamsimas III, kata Jekau, merupakan kelanjutan dari Program Pamsimas I (2008-2012), dan Program Pamsimas II (2013-2016). Pemerintah Indonesia, ujarnya, telah mengambil inisiatif untuk melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan Program Nasional Universal Access dengan capaian target 100% Air Minum Aman dan 100% Sanitasi Layak di tahun 2019 atau yang dikenal dengan 100-0-100.

Untuk konteks daerah, ujar Jekau, pemerintah menempatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui penyediaan air minum aman dan sanitasi layak.
Dikatakan Jekau, dalam regulasi penggunaan dana desa, ada point yang mendukung pembiayaan bagi Program Pamsimas.

“Dalam Permendesa PDTT Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Penetapan Priorotas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017, pada BAB III, berbunyi Prioritas Penggunaan Dana Desa Untuk Pembangunan Desa. Bagian ke satu, Bidang Pembangunan Desa, Pasal 5 point B, berbunyi ‘Pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan sosial dasar untuk pemenuhan kesehatan masyarakat antara lain: Air bersih berskala desa, Sanitasi lingkungan, Jambanisasi, dan Mandi Cuci Kakus,” ujarnya.

Hal itu, kata Jekau, didukung oleh Keputusan Bupati Manggarai Nomor HK/I/2017 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan Prioritas Penggunaan Alokasi Dana Desa dan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2017. Pada BAB II, Perencanaan Pembangunan Desa, point B berbunyi ‘Kewenangan lokal berskala desa di bidang pembangunan desa, sarana dan prasarana desa meliputi pembangunan dan pemeliharaan sanitasi lingkungan, dan pembangunan dan pengelolaan air bersih berskala desa.

Ini perubahan Pola Pembiayaan antara Pamsimas I, Pamsimas II dan Pamsimas III

Sementara itu, Koordinator Program Pamsimas Kabupaten Manggarai, Yohanes Lamba Loy mengatakan sosialisasi Program Pamsimas III di tingkat Kabupaten Manggarai ini sudah dijadwalkan di tingkat pusat. Sosialisasi ini dilakukan untuk menentukan Long List desa di Tahun 2018 sampai 2019.

Di Manggarai, ujarnya, sisa 38 desa baru yang belum diintervensi Program Pamsimas. Maka dengan sosialisasi ini diharapkan untuk 38 desa ini kita usulkan di tahun 2018 dan 2019. Jadi kita nanti bangun komunikasi dengan mitra terkait dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Manggarai di BAPPEDA dan PU menyangkut alokasi anggaran untuk sharing pendanaan dari APBD dan APBDes.

“Untuk APBD ini sharingnya 20% dari total desa yang nanti pada tahun berjalan menerima program PAMSIMAS. Tahun 2018 direncanakan 16 desa, jadi nanti dari APBN kita usul 10 desa, dan APBD kita usulkan 8 desa dan keberlanjutan program oleh APBDes. Supaya pemeliharaannya bisa berjalan. Jadi tahun depan kita usulkan 18 Desa dan tahun 2019 20 desa,” ujarnya.

Untuk keberlanjutan program, ujar Lamba Loy, pihaknya sudah memfasilitasi pelaksanaan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sejak tahun 2015, pihaknya juga sudah membentuk Asosiasi SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) Pedesaan yang menjamin keberlanjutan program.

Tugas Asosiasi SPAM Pedesaan, kata Lamba Loy, untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan air minum dan sanitasi di desa.

Dikatakan Lamba, SPAM ini berfungsi seperti PDAM. Mereka memungut iuran dari pengguna sarana air minum dan sanitasi desa.

Namun pihaknya mengakui, kesadaran warga desa untuk menjaga dan memelihara fasilitas umum di desa seperti air minum masih rendah.

Karena itu, kata Lamba Loy, Pamsimas III menjadi sangat fleksibel dari sisi pembiayaan dengan melibatkan semua pihak, baik itu pemerintah, NGO, BUMN, dan dana CSR dari pihak swasta.

Menurut Lamba, Pamsimas III mempercepat upaya penyediaan air minum bersih dan sanitasi di desa sebagai tanggung jawab semua pihak dalam upaya mewujudkan target 100-0-100 di tahun 2019.

“Sekarang, kami sudah menyusun dokumen perencanaan penyediaan air minum di 60 desa. Kami siap jual dokumen itu kepada para pihak untuk mendukung akses 100% air minum bagi setiap warga. Tinggal kita cari dana. Dari Bank BNI juga sudah menyatakan siap sumbang. Kita juga usulkan ke koperasi untuk bantu warga desa,” ujarnya.

“Ke depan, kami akan mengundang semua pihak, termasuk pihak swasta melalui dana CSR untuk mendukung perluasan akses air minum bersih dan sanitasi hingga 100% di tahun 2019. Demikian juga LSM yang peduli dengan persoalan itu,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Asisten II, Si Ketut Suastika, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Adil Empang Adrianus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sensi Gatas, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Manggarai, Maria Yasinta Aso dan para kepala desa di Kabupaten Manggarai. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password