breaking news New

Pemerintahan Deno-Madur Bertekad Kurangi Angka Kemiskinan di Kota dan Desa

RUTENG, Kabarnusantara.net – Pemerintah Kabupaten Manggarai di bawah kepemimpinan Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus,SH,MH dan Drs. Victor Madur kembali menegaskan tekadnya secara proporsional mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai dalam lima tahun masa kepemimpinan mereka.

Demikian disampaikan Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus,SH,MH, Selasa, 23/5/2017, di Ruteng.

Dikatakan Deno, mengurangi angka kemiskinan secara proporsional maksudnya pemerintah secara bertahap mengurangi angka kemiskinan mulai dari kelompok yang paling miskin (destitute), lalu kelompok miskin (poor), dan kelompok rentan miskin (vunerable group).

Kelompok yang paling miskin sering disebut fakir miskin. Kelompok ini secara absolute memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan, bahkan umumnya tidak memiliki pendapatan sama sekali, serta tidak memiliki akses terhadap pelayanan sosial dasar.

Sedangkan kelompok miskin memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan, namun secara relative memiliki akses terhadap layanan sosial dasar.

Sementara, kelompok rentan miskin dapat dikategorikan bebas dari kemiskinan, karena memiliki kehidupan yang relative lebih baik ketimbang kelompok paling miskin maupun miskin. Namun sebenarnya, kelompok yang sering disebut agak miskin (near poor) ini masih rentan terhadap berbagai perubahan sosial di sekitarnya. Mereka sering kali berpindah dari status “rentan miskin” menjadi “miskin” dan bahkan paling miskin ketika terjadi krisis ekonomi.

Sebelumnya, Bupati Manggarai, Deno Kamelus menegaskan secara bertahap hal yang sama di hadapan warga beberapa Kelurahan di Kecamatan Langke Rembong pada kegiatan berkantor di kelurahan.

Di hadapan warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Bupati Deno mengatakan jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin di Kecamatan Langke Rembong mencapai 1692 KK. Sementara jumlah penduduk di Kecamatan Langke Rembong mencapai 72.000 lebih.

Salah satu penyebab kemiskinan adalah tidak adanya akses warga pada pelayanan sosial dasar seperti listrik dan air minum. Oleh karena itu, kata Deno, pihaknya membuat program pemasangan listrik dan air minum gratis untuk warga perkotaan maupun pedesaan, khususnya Kecamatan Langke Rembong yang menjadi pusat kota.

Selain bertekad mengurangi secara proporsional angka kemiskinan lima tahun ke depan, Bupati Deno juga mengisahkan kembali tekadnya bersama Christian Rotok pada 10 tahun masa kepemimpinan mereka sebelumnya yang focus meretas kemiskinan dengan membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa dan anak kampung.

“Pada periode 10 tahun kepemimpinan saya bersama pak Christian Rotok (Bupati Manggarai, 2005-2010, 2010-2015, red.) telah bertekad mengurangi kemiskinan dengan membangun infrastruktur sampai ke desa dan anak kampong. Sehingga sekarang hampir tidak ada masyarakat yang mengeluh soal jalan raya masuk desa. Tinggal bagaimana pemerintah mengurus rumah untuk rakyat, air minum dan listrik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Deno, ada empat belas variable penciri kemiskinan. Dari empat belas variable itu ada beberapa variable yang melekat pada masyarakat Manggarai. (Alfan/MHN)

<

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password