breaking news New

Mahasiswa Kota Komba-Yogyakarta Gelar Diskusi Publik Bertajuk Kebudayaan

Foto Bersama Peserta Seminar dengan Para Pembicara

Yogyakarta, Kabarnusantara.net- Perkumpulan Mahasiswa Kota Komba-Yogyakarta, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar diskusi publik bertajuk Kebudayaan, pada Jumat, (26/5/2017) di Audiotorium UPN Yogyakarta.

Tema yang diangkat “Rawat Budayaku, Damai Jogjaku” direspon positif oleh mahasiswa NTT  yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Selain Mahasiswa, diskusi publik ini juga dihadiri sejumlah orang tua asal NTT yang berdomisili di Yogyakarta.

Diskusi ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menyesuaikan dengan nilai-nilai budaya Kota Yogyakarta.

Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Mahasiswa Kota Komba dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Yogyakarta menghadirkan Begol Joyo Suprianto (Mewakili GKR Mangkubumi dan Kraton Yogyakarta), AKBP Sinungwati, S.H (Perwakilan Kapolda Yogyakarta), Profesor Suharyo (Guru Besar UGM Yogyakarta) dan Gode Afridus Bombang (Tokoh asal NTT).

Tokoh asal Manggarai, NTT di Yogyakarta, Hironimus Seruju, dalam sambutannya menyampaikan saatnya kota istimewa Yogyakarta hendaknya menjadi kota milik bersama dan sepatutnya setiap orang yang tinggal di kota ini wajib menjaga keistimewaannya.

“Bagi orang NTT yang ada di Yogyakarta harus benar-benar merasa memiliki terhadap kota Yogyakarta dan siap-sedia merawat kota ini sehingga tetap menjadi kota yang damai dan tentram untuk di tinggal,” lanjut Hironimus.

Pelbagai persoalan yang terjadi di kota Yogyakarta sesungguhnya lebih dominan dimunculkan dari pendatang-pendatang ketimbang orang Yogyakarta sendiri.

“Saya melihat sejumlah persoalan sosial yang ditumbulkan di kota Yogyakarta ini lebih banyak dimunculkan dari masyarakat pendatang dibandingkan disebakan oleh prilaku orang Jogja sendiri”, jelas Hironimus, anggota Kepolisian DIY asal Manggarai Timur, NTT tersebut.

Di pihak lain, Agus Budiarta (Anggota KNPI Yogyakarta) menyinggung keistimewaan DIY yang juga dikenal sebagai kota budaya dan kota pelajar.

Dalam sambutanya, ia menyampaikan keluhannya atas kenyataan kota DIY yang ada saat ini. Ia merasa sedih dengan maraknya pembanguanan mall-mall, hotel-hotel, cafe-cafe yang ada di Yogyakarta ketimbang membangun sejumlah toko-toko buku, taman bacaan, ruang publik yang baik, perpustakaan yang menunjang kebaradaan kota Yogyakarta sebagai kota budaya dan kota pelajar.

“Saya merasa aneh sekaligus bersedih atas apa yang terjadi dengan kota Jogja saat ini. Kita lihat banyak sekali bangunan-bangunan hotel, mal, cafe ketimbang penyediaan ruang publik untuk membaca atau digunakan untuk kegiatan pengembagan budaya,” pungkas Budiarta, asal Poco Ranaka, Manggrai Timur.

Sementara itu, Astramus Tandang (Ketua Kota Komba-Yogyakarta) mengungkapkan keprihatinannya atas beragam dinamika hidup sosial yang ada di Yogyakarta, di mana banyak dipengaruhi oleh perilaku-perilaku mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta yang tidak memahami budaya Yogyakarta dengan baik.

Lebih lanjut, ia menambahkan mahasiswa sesungguhnya harus menjadi pionir untuk merawat budaya yang ada di Indonesia khususnya budaya-budaya yang ada di Yogyakrta ini dengan menerpakan prilaku-prilaku yang baik berdasarkan nilai-niali kebudayaan yang ada di tengah arus modernisasi demi menciptakan Yogyakarta dan Indonesia yang damai dan nayaman.

“Yogyakarta dikenal sebagai miniatur kebangsaan Indonesia. Di jogja ini segala macam ideologi tumbuh, bermacam budaya ada di sini dan beragam kepercayaan banyak di Yogyakarta. Karena itu, kita semua khususnya mahasiswa harus bisa menjadi aktor utama untuk tetap menjaga Yogyakarta tetap damai dan terbuka atas segala perbedaan yang ada,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Astra juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada KNPI Yogyakarta dan kepada Bpk. Viktor Emanuel Baldi dan Bpk. Tarsan Talus. Berkat dukungan mereka kegiatan diskusi publik ini bisa berjalan dengan baik. (Fererius Muhyadin/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password