breaking news New

Sopi, Antara Tradisi dan Merawat Kesehatan

Kei,  Kabarnusantara.net – Berkumpul sudah menjadi kebiasaan masyarakat Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara. Hampir di setiap sudut tempat, tanpa mengenal waktu, masyarakat Kei sering berkumpul dan bersosialisasi.

Di sela-selanya, minuman bernama “Sopi” sudah jadi teman. Sopi merupakan minuman keras asal Maluku. Ia sebenarnya sudah dilarang edar. Tapi kepopulerannya telah mendarah daging. Masyarakat tak peduli dengan larangan tersebut.

Sopi berasal dari bahasa Belanda zoopje yang berarti alkohol cair, sebutan untuk minuman tradisional di kawasan Indonesia Timur. Beberapa wilayah di Flores menyebut jenis minuman ini dengan sebutan moke, sementara masyarakat Kei menamainya sopi. Minuman keras ini adalah hasil fermentasi pohon aren dengan kadar alkohol di atas 30 sampai 50 persen, tergantung kualitasnya.

Minuman yang biasa dikemas dalam plastik ini disukai masyarakat Kei bahkan seolah menjadi tradisi. Tak sedikit dari mereka mengonsumsi sopi saat pergi berladang maupun melaut. Bahkan di setiap acara adat atau acara besar masyarakat Kei, sopi seolah jadi menu wajib. Hal ini membuat masyarakat Kei lupa bahaya miras bagi kesehatan.

Ada kandungan etanol di dalam sopi. Sebagai bahan psikoaktif, mengonsumsi etanol dapat membuat seseorang mengalami penurunan kesadaran. Selain mengandung etanol, miras mengandung zat adiktif yang akan menimbulkan efek candu bagi peminumnya. Inilah yang membuat banyak orang sulit melepasnya, meskipun tahu efek buruk mengonsumsi sopi.

Sopi berefek negatif bagi kesehatan, tetapi kebiasaan minum sopi tidak bisa dielakkan lagi. Buktinya, sopi dikemas dalam plastik. Isinya setara dengan takaran botol air mineral 600 ml. Dengan harga tiga puluh ribu rupiah, sopi selalu laris terjual dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi beberapa warga Kei selain hasil ladang dan laut.

“Dengan menambahkan kuda laut dan rempah-rempah lainnya, sopi juga bisa menjadi minuman kesehatan, khususnya bagi vitalitas pria,” ujar Sigen, seorang warga Desa Tual, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

Meskipun sebagian besar masyarakat percaya dengan khasiat sopi, belum ada penelitian pasti mengenai dampak positif mengonsumsi sopi bagi kesehatan. Pastinya, mengonsumsi minuman keras secara berkepanjangan akan berdampak buruk bagi organ tubuh. Efek memabukkan juga bisa mempengaruhi aktivitas harian.

Sopi termasuk golongan minuman keras. Mengonsumsi sopi secara berkepanjangan tidak baik untuk kesehatan, khususnya hati. Fungsi hati akan rusak. Hati bertugas menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Kerusakan hati akan mengganggu metabolisme tubuh. Lama kelamaan bisa menjadi kanker hati,” tutur dr. Angelina Vanessa, salah seorang dokter dari tim doctorSHARE yang sedang bertugas sebagai Pegawai Titak Tetap (PTT) di Kei Besar.

dr. Vanessa menambahkan, selain merusak beberapa fungsi organ tubuh, mengonsumsi minuman keras menyebabkan gangguan terhadap janin jika sang ibu hamil minum sopi. Ini sangat membahayakan perkembangan bayi di dalam rahim karena mengganggu asupan nutrisi. Bayi pun beresiko lahir cacat.

Efek bagi seseorang yang berlebihan mengonsumsi miras adalah gangguan fungsi berpikir dan berperilaku. Ini dipicu oleh reaksi langsung alkohol terhadap sel-sel saraf pusat. Itulah yang membuat peminumnya lama-kelamaan menambah takaran secara tidak sadar hingga mabuk bahkan keracunan. Konsentrasi turun, emosi naik, serta jadi mudah tersinggung.

Yang lebih parah adalah munculnya berbagai perubahan psikologis, tidak mampu menilai realitas, mengalami gangguan fungsi sosial, dan membuat segala kegiatan terganggu. Perilaku peminum berubah seperti ingin berkelahi atau melakukan tindak kekerasan lainnya. Tidak heran sering terjadi pertikaian antar warga di Pulau Kei akibat efek memabukkan sopi.

Sebagai kebiasaan yang seolah menjadi tradisi, sopi jelas berdampak buruk bagi masyarakat Kei yang harus diwaspadai dan seharusnya membuat masyarakat sadar untuk mengurangi, bahkan menghindarinya. (***)

<

6 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password