breaking news New
Para Penari Mata Aek Sedang Beraksi di Atas Panggung

Tarian Mata Aek Warnai Pentas Budaya Dies PMKRI Ke-70

Yogyakarta, Kabarnusantara.net, Sejumlah penari asal Kalimantan berhasil mementaskan tarian “Mata Aek” pada perayaan dies natalis PMKRI ke-70 di Ruang Seminar PT. Kanisius pada Kamis, 25 Mei 2017.

Penari Lusi Lasiran, Yustina Uceng dan Heidy Fabiolla tampak serasi dan lincah melenggokan badanya dengan diiringi beragam alat musik khas Kalimantan yang dimainakan Rikson Hendika Barage (pemain Kenong dan Jimbe), Eduardus Joni (pemain alat musik Gong), Vernando Christian (pemain alat musik Sapek) dan Stefano Bani Baigar (pemain alat musik Beduk).

Saat ditemui Kabarnusantara.net, Yustina Uceng (Penata tari) memaparkan tarian mata aek adalah sebuah bentuk ungkapan syukur atas mata air sumber kehidupan yang diberikan Sang Jubata (Tuhan) kepada masyarakat suku Dayak.

“Tarian ini merupakan sebuah ungkapan syukur atas mata air yang diberikan Sang Jubata karena bagi orang Dayak, mata air adalah sumber kehidupan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan”, ungkap Nana.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan gerakan-gerakan yang ditampilkan para penari adalah contoh dari ungkapan rasa syukur tersebut.

“Tarian ini mengisahkan tiga gadis Dayak yang sedang mencari air. Mereka mencari air dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh dari pemukiman masyarakat sambil membawa slendang untuk di cuci dan alat penangkapan ikan yang dalam bahasa Dayak dikenal “pemansai”. Kemudian merekapun menari riang hingga senja pun tiba dan bergegas pulang”, tutup Nana. (Astra Tandang/KbN)

<

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password