breaking news New

Tindakan Persekusi sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Jakarta, Kabarnusantara.net- Video pelajar yang berinisial PAM (15) yang dipersekusi oleh sekelompok orang menyebar luas di media sosial.

Dalam video yang sudah beredar sejak (28/5) tersebut, seorang remaja diintimidasi verbal, 2 kali tindak pemukulan di bagian kepala, ancaman pembunuhan serta upaya pemaksaan melakukan permintaan maaf.

Akibatnya, hidup PAM dan keluarganya tidak tenang pasca persekusi karena ada ancaman pembunuhan.

Keluarga PAM menilai perlakuan tidak terpuji tersebut melanggar hukum. Akhirnya, diputuskan untuk melaporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya, pada kamis, (1/6).

Saat ini dikabarkan, pihak kepolisian telah menangkap dua orang berinisial UC dan M yang diduga pelaku kekerasan terhadap PAM, remaja asal Cipinang Muara tersebut.

Respon cepat aparat kepolisian dalam menanggapi laporan dari korban persekusi tersebut, kami mengatasnamakan Koalisi Anti-Persekusi mengapresiasi tindakan tegas kepolisian Polda Metro Jaya, karena inilah yang diharapkan oleh warga yang mendamba keadilan.

Koalisi Anti-Persekusi mendorong agar para pelaku dalam kasus-kasus persekusi lainnya juga perlu diperiksa karena telah melakukan tindakan persekusi yang melanggar hukum dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Terlebih PAM adalah seorang anak yang dilindungi oleh UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Maka Penyidik wajib mengenakan para pelaku dengan Pasal-Pasal Tindak Pidana di UU Perlindungan Anak.

Selain itu, Koalisi mendukung polisi untuk bertindak proaktif, tidak perlu menunggu laporan karena sifat pidana dari persekusi ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Koalisi juga berharap agar kepolisian di manapun berada dapat bertindak tegas seperti halnya Polda Metro Jaya untuk melindungi warga dari tindak pidana persekusi dan menindak tegas para pelaku persekusi sesuai UU yang berlaku di Indonesia.

Meskipun demikian, melihat karakter persekusi yang meluas dalam waktu relatif singkat, juga upaya membenturkan masyarakat melalui antara lain pembajakan akun, pembuatan akun palsu, Koalisi mendesak Kepolisian untuk mengungkap fakta kemungkinan adanya penggerak yang membuat mesin persekusi bekerja. (KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password