breaking news New

Ini, Kronologi Tewasnya Mahasiswa Maluku di Yogyakarta

Foto Ilustrasi

Yogyakarta, Kabarnusantara.net-Kejadian naas menimpa salah seorang mahasiswa asal Maluku, Martinus Rezky Naruwadan pada (9/6), kemarin.

Pria kelahiran Ambon 18 Maret 1997 ini, tewas akibat selsai mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah aparat keamanan Polda DIY.

Berikut, kronologi kejadian yang membuat mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa( UST), Yogyakarta tersebut meninggal dunia.

Sekitar pukul 01.30 Wib, korban bersama temanya, Samuel Batlayer dan David Wuritimur nongkrong di depan salon Lina dengan ditemani cewek salon meminum minuman jenis (Moke).

Selsai mengkonsumsi minum jenis Moke tersebut, korban masuk ke salon bersama Cewe Salon, tidak lama kemudian korban keluar dan meninggalkan salon Lina bersama kedua temannya menuju Kedai Kopi yang berada di depan Salon hendak memesan makanan.

Sekitar pukul 02.20 Wib, korban bersama kedua temannya duduk di Kedai Kopi, kebetulan di depan tempat duduk korban ada beberapa pengunjung Kedai yang tertawa bertepatan dengan arah pandangan mereka yang mengarah ke korban sehingga korban dan kedua temannya merasa tersinggung. Karena merasa tersinggung korban pun berdiri dan segera menghampiri sekumpulan orang tersebut.

Cek-cok mulut dan keributan pun terjadi di Kedai tersebut. Ketika kejadian berlangsung, pemilik Kedai pun langsung melaporan ke Polsek Depok Barat.

Tepat pukul 02.30 Wib, korban bersama temannya menuju parkiran bermaksud untuk pulang, tetapi Anggota Polsek Depok Barat, tiba di TKP, dan langsung korban di tendang sehingga terjatuh dari motor. Korbanpun sempat melarikan diri. Namun, di kejar oleh Anggota Polsek dan ketemu di depan Bank Papua Barbarsari tidak jauh dari TKP. Korban terus di pukul oleh Anggota Polsek serta di seret dibawah ke Polsek Depok Barat.

Sesampainya korban di Polsek Depok Barat, korban masih saja mendapat pukulan dari Anggota Polsek Depok Barat.

Pukul 03.00 Wib, Sdr. Paet, Sde. Anton Theo dan Alfian (teman korban) mendatangi Polsek Depok Barat, untuk menanyakan keberadaan korban. Namun, dari pihak Polsek melarang untuk masuk kedalam karena belum diambil BAP. Pada saat korban di masukin ke Mobil dan teman korban menanyakan kepada petugas terkait hendak dimanakan korban, petugas tetap saja tidak memberitahu. Anton dan Alfian pun langsung bergegas kembali ke kos untuk berunding bersama teman-teman lainya guna mencari solusi atas kasus yang sedang terjadi.

Sekitar pukul 04.00 Wib, keadaan korban semakin keritis dan di langsung dilarikan ke RS Bayangkara.

Pada pukul 10.00 Wib, teman korban, kembali ke Polsek Depok Barat untuk menanyakan lagi keberadaan korban. Pihak Polsek lngsung menyampaikan bahwa korban sedang berada di RS Bayangkara Jl. Adisucipto, Kec. Kalasan.

Setelah mendapat informasi dari pihak Polsek, teman-teman korban pun langsung bergegas menuju Rumah Sakit Bayangkara.

Ketika sampai di RS Bayangkara sekitar pukul 11 Wib, teman korbab mendapati korban sudah dalam keadaan kritis dan tampak menggunakan alat bantu oksigen. Mereka pun meminta rujukan dari pihak RS Bayangkara untuk segera dirawat di RS Sarjito. Pihak RS Bayangkara menyetujui permintaan tersebut.

Pukul 12.30 Wib, teman korban membawakan korban ke RS Sarjito dengan Mobil Ambulance RS Bayangkara.

Korban sampai di RS. Sarjito sekitar pukul 1.00 wib. Di RS. Sarjito, korban langsung ditangani pihak UGD. Namun, naas. Nyawa korban sudah tidak bisa tertolong.

Korban pun meninggal dunia sekitar pukul 13.15 Wib, oleh pihak RS. Sarjito.

Saat ini, korban masih berada di kamar Jenazah RS Sarjito, menunggu dipulangkan oleh pihak keluarga.

Hingga kini, kejadian tersebut masih dalam penanganan Polsek Depok Barat. (AT/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password