breaking news New
Foto : Petrus Salestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia

Siapa Yang Menikmati Multiplier Effect dan Trickel Down Effect TdF?

Jakarta, Kabarnusantara.net- TdF 2016 dan TdF 2017 harus memberi manfaat ekonomi secara multiplier effect bagi Masyarakat Flores, NTT, dimana industri pariwisata akan menggerakan industri-industri lain sebagai pendukungnya secara berantai. Komponen utama industri pariwisata adalah daya tarik wisata berupa “destinasi dan atraksi wisata”, perhotelan, restoran dan transportasi lokal.

Ini semua seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan Masyarakat Flores, karena bagaimanapun budaya dan peradaban masyarakat yang original harus bisa dipertahankan sebagai jati diri Masyarakat Flores. Untuk itu Masyarakat Flores harus diberi filter untuk mampu menyaring masuknya unsur-unsur asing atau paham radikal di dalam interaksi antara Wisatawan dengan Masyarakat, mengingat Kepariwisataan yang sangat multidimensi dan multidisiplin.

Kita berharap agar persoalan Kepariwisataan Flores yang multidimensi ini menjadi berkat dan anugerah bagi masyarakat Flores, bukan sebaliknya menjadi malapetaka. Persoalan malapetaka ini harus ditempatkan menjadi fokus perhatian utama, karena masyarakat kita belum disiapkan dan belum memiliki daya saing yang cukup dalam segala hal untuk menghadapi hubungan hukum dengan pihak luar dalam bidang bisnis, ekonomi, sosial dll. Namun, hal yang paling esensial berupa pemberdayaan sosial, pendampingan dan pelatihan terhadap masyarakat, selalu diabaikan bahkan dilupakan oleh pemimpin kita di Flores, ketika kursi empuk jabatan dikuasai selama 5 (lima) tahun dan untuk 5 (lima) tahun berikutnya lagi.

Kita belum tahu jelas, bagaimana Pemerintah Daerah se-daratan Flores menterjemahkan Ide brilian penyelenggara TdF 2016 dan TdF 2017 ke dalam konsep kreatif kemudian menjalankan konsep kreatif menjadi sebuah kegiatan yang langsung dan nyata berguna bagi warga masyarakat kita di Flores.

Bagaimanapun ide dan karya dalam TdF 2016 dan TdF 2017 adalah ide brilian untuk memajukan dan mempromosikan pariwisata di Flores dengan tujuan menjadikan Flores sebagai destinasi wisatawan dunia. Ini adalah sebuah perhelatan jangka panjang untuk menjawab kebutuhan masyarakt dunia di bidang kepariwisataan.

Karena itu, Masyarakat Flores selain harus dipersiapakan mentalnya untuk mau berubah, juga masyarakat sendiri harus secara dini bangun dari tidurnya untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan yang sudah di depan mata. TdF 2016 dan TdF 2017 dengan biaya triliunan rupiah dari APBN, APBD dan dari wisatawan yang berkunjung ke Flores, harus secara cerdas dimanfaatkan oleh seluruh warga Masyarakat di Flores.

Effect Ekonomi, baik berupa Multiplier Effect maupun Trickel Down Effect dalam TdF 2016 dan 2017 yang diharapkan bisa dihasilkan dan diperoleh Masyarakat Seni dan Budaya di Flores dan pihak terkait lainnya, harus benar-benar nyata dinikmati dan menjadi milik warga Masyarakat Flores dan ini membutuhkan kerja keras secara progresif dan terukur.

Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda membangun diri, membangun kesadaran warga Masyarakat Flores untuk berdiri tegak dan mampu menghadapi perubahan yang sudah di depan mata. Sebentar lagi Tol Laut akan secara regular melayari dan berlabuh di Flores dan Pulau-Pulau lain di sekitar Flores, NTT. Wisatawan domestik dan mancanegara yang datang dengan berbagai tujuan dan kepentingan tak terhindarkan lagi.

Keterampilan dagang dan keahlian serta modal yang mereka miliki untuk melakukan ekspansi dagang di Flores tidak bisa kita bendung, maka suka tidak suka mereka akan menguasai pusat-pusat ekonomi yang berskala kecil dan besar, terutama dalam menjawab kebutuhan wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Flores.

Mengapa? karena masyarakat kita belum siap menjadi wirausaha yang handal apalagi punya modal sosial dan ekonomi untuk bersaing. Karena itu, kita tidak punya pilihan lain selain mengajak masyarakat untuk menyiapkan diri dengan berbagai cara, baik secara alamiah maupun melalui pelatihan dan pendampingan untuk mengasah kemampuan, ketrampilan dan kerja keras warga masyarakat dan pemerintah daerah agar berjalan secara sinergis, sehingga dengan demikian dalam waktu relatif singkat masyarakat kita bisa mengimbangi saudara-saudara kita yang datang dari luar untuk mengadu untung di Flores dengan segala akibat sosial yang akan ditimbulkannya.

Ini bisa menjadi berkat dan anugerah tetapi juga bisa menjadi malapetaka manakala Pemerintah Daerah salah mengelola dan megaturnya secara bertanggung jawab. Masyarakat Flores tidak boleh lagi hanya kebagian limbah-limbah, tetelan-tetelan dan tetesan-tetesan hampa dari kemajuan pembangunan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Karena itu efek ekonomi berupa “multiplier effect” dan “trickel down effect” dari ide dan karya brilian TdF 2016 dan 2017, harus diperuntukan bagi bangkitnya Masyarakat Flores dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalannya dengan Provinsi lain, yang sudah lebih maju dan mampu bersaing secara sehat dengan pihak lain dalam bidang apapun.

Tetesan-tetesan sebagai “trickel down effect” dari TdF 2016 yang lalu dan kini TdF 2017, harus menjadi milik dan dapat dinikmati oleh Masyarakat Flores, jangan lagi yang sudah berupa tetelan-tetelan yang menetes, kemudian tetesan-tetesan itupun tidak menetes lagi ke bawah malahan balik menetes ke atas dan dinikmati hanya oleh kalangan yang terbatas dan punya cantelan kekuasaan alias dikorupsi lagi secara berjamaah.

OLEH: PETRUS SELESTINUS, KOORDINATOR TPDI, ADVOKAT PERADI

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password