breaking news New

Anak Muda Papua Siap Ciptakan Sejarah Baru di PMKRI-Yogyakarta

Paskalis Korain, Calon Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta Periode 2017/2018

Yogyakarta, Kabarnusantara.net- Wadah pembinaan, perjuangan dan pergerakan, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas, kini sedang menghirup udara segar ke-70 tahun usianya. Senada dengan itu, segala peroses regenerasi kepengurusan dan tongkat estafet kepemimpinan pun berjalan bergilir dan beriringan.

Terkait tongkat estafet kepemimpinan, nampak tercatat dalam sejarah, selama 70 tahun berdirinya PMKRI Yogyakarta, tongkat estafet kepemimpinan tersebut tidak pernah jatuh ke tangan anak muda Papua.

Kehadiran Paskalis Korain, pria asal Mosu, Maybrat, Papua Barat sebagai calon ketua PMKRI Yogyakarta periode 2017/2018 yang siap menggantikan Romualdus Lalung, Ketua Presidium PMKRI Yogyakarta asal Manggarai, NTT, adalah salah satu bagian dari usaha menciptakan sejarah anak muda Papua di PMKRI Yogyakarta.

Paskalis, penulis buku “Maybrat: Masa Lalu, Sekarang dan Akan Datang” yang juga merupakan salah satu pencetus Rumah Belajar Ayosami bagi pembinaan dan pendidikan anak usia dini di Maybrat, Papua Barat, mempertegas kehadiran dirinya di PMKRI sebagai sebuah bagian dari cara mempertegas identitas anak muda Papua yang siap berdedikasi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya hadir di PMKRI dan siap maju sebagai calon Ketua Presidium PMKRI Yogyakarta ini, bukan hanya untuk menciptakan sejarah anak muda Papua di PMKRI ini, tetapi lebih dari itu, saya hadir sebagai representasi untuk mempertegas identitas anak muda Papua yang mau dan siap berdedikasi untuk NKRI tercinta ini”, ungkap mahasiswa STTNAS Yogyakarta tersebut, saat ditemui Kabarnusantara.net di kediamanya pada Rabu, 14 Juni 2017.

Selain itu, pria kelahiran 4 April 1993 yang sejak 2015 lalu aktif di Impulse (sebuah ruang diskusi akademik guna membentuk kader pemikir), berharap jika dirinya terpilih sebagai ketua Presidium PMKRI Yogyakarta, baginya PMKRI ke depan harus dipertegas keberdaannya sebagai rumah bersama tempat pembinaan dan perjuangan untuk semua anggotanya.

“Jika saya dipercayakan anggota PMKRI Yogyakarta untuk menahkodai PMKRI ini ke depannya, pastilah saya siap mempertegas PMKRI sebagai rumah pembinaan dan perjuangan milik bersama. PMKRI Jogja akan selalu siap membuka diri bagi semua mahasiwa Katolik dari Sabang samapi Merauke di Yogyakarta ini dan yang penting harus disadari bahwa PMKRI hadir sebagai organisasi masyarakat, maka adalah kewajiban PMKRI untuk selalu siap membuka diri bagi siapapun”, tegas mantan Koordinator bidang Pendidikan Himpunan Mahasiswa STTNAS tahun 2015 tersebut.

Lebih lanjut, dirinya menyatakan bahwa PMKRI ke depannya juga siap mengkawal isu-isu radikalisme, SARA, lingkungan dan pendidikan.

“PMKRI ke depannya juga harus dijadikan tonggak utama yang siap mengkawal isu-isu SARA, radikalisme, lingkungan dan pendidikan yang senantiasa melanda bangsa ini, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari perwujudan cinta tanah air perhimpunan kita ini”, jelas Presidium Hubungan Perguruan Tinggi PMKRI Cabang Yogyakarta tesebut.

Selain itu, ia pun menilai bagi siapapun yang terpilih menjadi Ketua Presidium PMKRI Yogyakarta adalah kader pilihan bersama untuk PMKRI Yogyakarta yang lebih baik.

“Siapa pun yang menjadi Ketua nantinnya, itu harus diakui sebagai kader pilihan kita bersama untuk perhimpunan ini, agar PMKRI Yogyakarta semakin baik ke depannya”, tutur kontributor tulisan media Radar Sorong dan Majalah Keuskupan Manokwari Sorong tersebut.

Selain itu, Ketua Tim Pemenangan Paskalis Korain, Astramus Tandang berharap kontestasi pemilihan ketua baru PMKRI Yogyakarta, hendaknya dijadikan momentum pembelajaran demokrasi bagi semua anggota PMKRI Yogyakarta.

” Saya berharap, kontestasi politik untuk melahirkan ketua baru di PMKRI Jogja ini, harus dipahami sebagai meomentum pembelajaran demokrasi bagi semua anggota perhimpunan. Segala kampanye hitam, doktrin-doktrin negatif mudah-mudahan dijauhkan dari dinamika politik ini dan juga dijauhkan dari orientasi politik pragmatis semata. Namun dalam dari itu, bagaimana dinamika politik kita saat ini, bertujuan untuk menjadikan PMKRI Jogja ini, sungguh menjadi rumah bersama yang aman dan sejuk bagi semua anggota”, ungkap Astra.

Lebih jauh, Astra mengatakan kehadiran Paskalis Korain sebagai calon Ketua PMKRI Yogyakarta adalah bagian dari cara mempertegas keberadaan PMKRI sebagai rumah bersama semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

“Tentu sejarah mencatat, selama 70 tahun perhimpunan ini berdiri, tak pernah mahasiswa dari Papua mendapatkan kesempatan untuk memimpin dan kita tahu PMKRI adalah rumah bersama. Karena itu, kehadiran bung Paskalis ini, adalah bagian dari cara mempertegas PMKRI sebagai rumah bersama milik semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, bukan hanya didominasi oleh orang-orang yang dari daerah yang sama terus”, tutup Astra. (Mejeng Firmansyah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password