breaking news New
Angkutan Antar Jemput alias "Travel" yang memiliki izin resmi.

KMB Desak Pemkab Manggarai Segera Tertibkan Angkutan Antar Jemput Liar

RUTENG, Kabarnusantara.net – Ketua Koperasi Maju Bersama (KMB) Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, Stefanus Mariovaldi Pareira mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai untuk segera menertibkan angkutan antar jemput liar atau dalam bahasa setempat disebut “Travel” liar, baik yang beroperasi di jalur Ruteng – Reo, Ruteng – Borong maupun Ruteng – Labuan Bajo.

Tuntutan Ketua KMB ini tertuang dalam perihal surat yang dilayangkannya kepada empat Pemangku Kepentingan selaku pihak terkait dalam menertibkan Travel liar, yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP) Kabupaten Manggarai, Kapolres Manggarai dan Kepala UPT Perijinan dan Pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat, masing-masing lengkap dengan tembusan kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.

Demikian disampaikan Ketua KMB, Stefanus M. Pareira, yang akrab disapa Rio ini kepada Wartawan Kabarnusantara.net pada Kamis (15/6/2017), Pukul 14.00 Wita di Kantor KMB, Jln Adisucipto No. 42 Ruteng – Flores – NTT samping Hotel Manggarai.

“Kami telah melaksanakan semua aturan dan kewajiban sebagai penyelenggara angkutan umum di Wilayah Kabupaten Manggarai sesuai amanat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 26 Tahun 2017 Tentang Penyelenggara Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor yang Tidak Dalam Trayek” jelas Rio.

“Namun dalam pelaksanaannya masih banyak praktek-praktek dengan sistem penyelenggara angkutan umum yang masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Itu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh penyelenggara angkutan umum,” ujarnya.

Angkutan yang beroperasi liar itu, tutur Rio, kerap menimbulkan berbagai permasalahan pada pengguna jalan dan pengguna jasa transportasi.

Rio juga mengatakan bahwa Travel yang masih dinyatakan liar harus segera juga bergabung dalam Wadah KMB yang telah dibentuk berdasarkan perintah Permenhub agar tidak dinyatakan lagi sebagai Travel liar.

Travel liar yang dimaksud adalah, lanjut Rio, Travel yang berplat hitam tulisan putih dan belum bergabung dalam Wadah KMB.

Sedangkan Travel yang sah adalah, sambung Rio, Travel yang berplat kuning tulisan hitam dan sudah bergabung dalam Wadah KMB untuk siap mengikuti ketentuan sesuai perintah Permenhub.

“Atas dasar itu, saya langsung mengajukan permohonan melalui surat resmi yang diberikan kepada empat Pemangku Jabatan di Kabupaten Manggarai ini untuk menggunakan fungsi pengawasannya secara baik dalam menertibkan Travel liar” ungkap Rio.

Pernyataan Rio ke Kabarnusantara.net langsung ditanggap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai, Apri Laturake saat diwawancarai oleh Wartawannya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai.

“Kami sudah berkali-kali berusaha untuk menertibkan Travel liar itu sejak Permenhub ini dibentuk bahkan beberapa kali menggelar rapat dengan para Pengemudi Travel liar untuk segera bergabung dalam Wadah KMB” Kata Apri.

“Tetapi masih saja kepala batu dan tidak menjalankan hasil rapat itu” ujarnya dengan nada tinggi.

Lebih lanjut dikatakan Apri, “Kemarin Kami sudah menerima surat dari Ketua KMB dan nanti Dishub dan beberapa Dinas terkait akan melakukan tindakan di lapangan demi menertibkan Travel liar ini”.

“Tunggu saja jadwalnya nanti Saya akan diskusikan lebih lanjut” tutupnya singkat. (Berto Davids/KbN).

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password