breaking news New

Merajut Toleransi dalam Keberagaman, IM3-Yogyakarta Gelar Buka Puasa Bersama

Foto Bersama Selsai Acara Buka Puasa Bersama

Yogyakarta, Kabarnusantara.net-Acara buka puasa bersama yang di gelar di Balai Sapen, Demangan Yogyakarta pada Selasa, 19 Juni 2017, menjadi momentum istimewa antara Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3), Yogyakarta bersama Ikatan Manggarai Raya Yogyakarta (IKAMAYA) dalam memperkuat tali silaturahmi demi menciptakan keharmonisan dalam keberagaman melalui toleransi.

Hal ini disampaikan Tan Akbar Mangkur, S.Pd.,M.Si yang merupakan salah satu senior IM3- Yogyakarta.
Baginya, acara buka puasa bersama keluarga besar Manggarai Raya Yogyakarta tersebut adalah bagian dari cara merawat keharmonisan dan kekeluargaan antar-sesama orang Manggarai di Yogyakarta.

“Ini momentum yang tepat untuk mempererat tali silahturahmi kita di tana Jogja ini dan tentu di Manggarai nantinya. Kebersamaan ini adalah bagian dari cara merawat kekeluargaan dan keharmonisan kita yang mungkin selama ini sempat terputus karena berbagai kesibukan-kesibukan kita. Lebih dari itu acara ini sebagai bagian dari cara merawat keberagaman dalam nuansa yang harmoni dengan tatap saling toleran”, ungkap Tan.

H.Ardi Sehami, S.ag.,M.M.M.par yang juga merupakan salah satu orang tua IM3 yang ada di Yogyakarta menuturkan hal senada akan pentingnya menjaga kedamaian dan keharmoniasan di atara sesama orang Manggarai melalui sikap toleransi dalam rangka memperkokoh keberagaaman di Mangagarai.
Dirinya juga menilai, acara buka puasa bersama tersebut adalah berkah Ramadhan, karena bisa mempertemukan dan membagi kisah diantara sesama orang Manggarai di tanah perantuan walaupun dalam perbedaan.

Selain itu, salah satu orang tua IKAMAYA, Ben Galus dalam sambutanya menegaskan kembali ungkapan “muku ca pu’u neka woleng curup, teu ca ambo neka woleng jaong” sebagai konsep dasar toleransi Manggarai yang sejak dahulu kala hingga kini menjadi pegangan orang Manggarai dalam kehidupan bersama.

“Konsep toleransi kita adalah “muku ca pu’u neka woleng curup, teu ca ambo neka woleng jaong” yang sudah dicanang sejak zaman dahulu oleh nenek moyang kita dan menjadi pegangan kita dalam hidup bersama, khususnya umat Muslim yang dijalankan dalam bentuk sholat sosial dan menjadi Islam sosial”, jelas Ben.

Lebih jauh, dirinya pun merisaukan akan maraknya kehadiran komunitas Manggarai yang dibangun atas dasar identitas tertentu di Yogyakarta akhir-akhir ini. Menurutnya, komunitas-komunitas tersebut bisa saja terjebak pada ruang eksklusif dan bisa menjadi bomerang bagi kesatuan orang Manggarai di Yogyakarta.

“Benturan identitas yang diwadahai dalam bentuk organisasi sekolah atau lainya masih terdengar di Jogja sekarang ini. Lahirnya kelompok-kelompok kecil tersebut bisa saja akan terjebak pada ranah eksklusif dan kemudian bisa saja terjadi benturan antara satu dan lainnya yang mengganggu kesatuan kita”, kata Ben.

Menapik situasi di Yogyakarta saat ini yang menurutnya banyak terjadi tindakan intoleran terhadap warga dari Indonesia Timur, khususnya Flores, NTT, ia mengharapkan kepada semua orang Manggarai maupun NTT dan orang-orang dari Indonesia Timur untuk secara berasama-sama menangkal situasi tersebut dengan membuat kota Yogyakarta sebagai kota yang aman dan nayaman untuk tetap ditinggal.

Selain itu, ketua panitia, Mukahil Akbar dalam sambutanya juga menyampaikan terimakasih atas partisipasi segenap keluarga besar Manggarai Raya Yogyakarta yang sudah mengambil bagian dalam acara buka puasa bersama tersebut. Baginya, acara buka puasa bersama tersebut merupakan acara yang pertama dilakukan IM3 bersama IKAMAYA dan akan tetap dilanjutkan ke depannya. (AT/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password