breaking news New

Wabup Madur: Bulan Ramadhan Menjadi Momentum Merajut Kembali Toleransi dan Keberagaman

RUTENG, Kabarnusantara.net – Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk mengasah kembali spirit toleransi dan menghargai perbedaan atau pun keberagaman.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur pada kesempatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai dengan umat Muslim se-Kecamatan Satarmese dan Satarmese Barat di Dintor, Sabtu, 18 Juni 2017 lalu.

Dikatakan Madur, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pengampunan dan kedamaian. Karena pada Bulan Ramadhan, seluruh Umat Islam di berbagai belahan dunia melaksanakan puasa dan mengharapkan pengampunan dari Allah.

Wabup Madur juga mengingatkan bahwa sebagai masyarakat majemuk, semua umat beragama di Kabupaten Manggarai wajib mengembangkan toleransi, menghormati perbedaan dan saling menghargai keberagaman.

“Kita hidup di tengah masyarakat majemuk yang tidak hanya dari aspek etnis, adat istiadat atau tradisi, tetapi juga keyakinan atau agama,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh muslim, Ustadz Jafro mengatakan tujuan utama ibadah puasa adalah untuk meraih ketaqwaan.

Sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,” ujarnya berkotbah.

Taqwa dalam Islam, ungkapnya menjadi pesan dasar (risalah asaasiyah) dalam beragama.

“Pesan dasar ini pada pokoknya meliputi perjanjian dengan Allah, sikap pasrah kepada-Nya, dan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam hidup.

Kesadaran akan kehadiran-Nya inilah yang seyogyanya membawa kita untuk tidak melakukan hal-hal buruk kepada orang lain.

Hal ini, ujar Ustadz, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa berpuasa tetapi tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk, sesungguhnya Allah tidak mempunyai persoalan apa pun untuk menyia-nyiakan puasanya”.

Artinya, dalam konteks Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan justru menjadikan kita bersikap toleran terhadap mereka yang tidak menjalankan puasa karena satu dan lain hal.

Selain itu, Haji Ahmad mengatakan toleransi kerap dimaknai sebagai saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di antara umat manusia.

“Yang puasa harus menghormati yang tidak puasa. Atau pun sebaliknya yang tidak puasa menghormati yang puasa,” ujarnya.

Ia pun menyatakan kekagumannya atas suasana keseharian di NTT yang sangat menghargai perbedaan, hidup rukun dan damai.

Hadir pada kesempatan itu, Ibu Filomena Jemimit Madur, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, kru Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai, Camat Satarmese Barat, Camat Satarmese, dan Para Kepala Desa se-Kecamatan Satarmese dan Satarmese Barat. (Alfan Manah/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password