breaking news New

Perayaan Malam Takbiran di Reo Dikawal Orang Muda Katolik

REO, Kabarnusantara.net, Merayakan malam Takbiran dengan pawai kendaraan sudah menjadi tradisi di berbagai daerah di Indonesia. Perayaan takbiran itu lazimnya dilakukan pada malam hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Demikian pun halnya dengan Umat Muslim di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu malam, 24 Juni 2017.

Menariknya, pengamanan Pawai Malam Takbiran itu dikawal ketat ratusan Orang Muda Katolik Kevikepan Reo.

Salah seorang pengurus Organisasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Reo, Gris Ambot mengatakan dalam rangka memperkuat toleransi antar umat beragama di Reo, kami secara aktif melibatkan diri dalam panitia pengamanan Pawai Malam Takbiran.

Dikatakan Ambot, selain pihak Polsek Reo, pemuda lintas agama turut terlibat aktif dalam memberi rasa aman bagi Umat Muslim di malam Takbiran.

Sejak pukul 16:00 tadi, ujar Ambot, pihaknya bersama pemuda lintas agama, dan Aparat Kepolisian dari Polsek Reo menggelar Apel Pengamanan Malam Takbiran.

Menurutnya, ratusan anggota OMK Reo ikut mengawal berjalannya Pawai Takbiran itu.

Kapolsek Reo, Agus Janggu menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas keikutsertaan pemuda lintas agama dalam kegiatan pengamanan malam pawai di malam Takbiran.

Dikatakan Janggu, pemuda lintas agama terlibat aktif dalam pengamanan dan bahkan ikut serta dalam barisan pawai kendaraan di malam takbiran ini.

Dengan keterlibatan banyak pihak, kegiatan Umat Muslim di Kecamatan Reok ini menjadi semakin semarak.

Menurut Janggu, peserta pawai malam Takbiran berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

“Peserta pawai malam Takbiran ini berdatangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Ada warga Muslim dari Pota dan Dampek di Manggarai Timur, dan ada juga warga muslim dari Ruteng, Robek, Paralando dan Lemarang,” ujarnya.

Sementara itu, seorang warga Muslim Reo, Yhadi Mulya kepada Kabarnusantara.net mengatakan kemeriahan di malam takbiran itu menjadi gambaran betapa toleransi antar umat beragama bertumbuh dan berkembang kokoh di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Ia pun menyatakan kekagumannya pada komitmen pemuda lintas agama yang terus merawat kerukunan hidup antar umat beragama di wilayah itu.

“Saya kagum, terharu dan bangga menjadi bagian dari anak tanah di wilayah ini. Kerukunan hidup antar umat beragama di wilayah kita pun menjadi tetap terawat. Dan bahkan semakin kokoh,” pungkasnya. (Alfan Manah)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password