breaking news New

Remaja Putri Ini Mengaku Pernah Diperkosa Pamannya dan 3 Pria Dewasa Lainnya

BORONG, Kabarnusantara.net – Nasib naas menimpa seorang remaja putri asal Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi NTT ini. Sebut saja namanya Melati, bukan nama sebenarnya.

Di usia kanak-kanak, Melati sudah mendapat perlakuan sadis dari pamannya yang adalah kakak kandung dari ayahnya. Melati dilecehkan secara seksual oleh sang paman di tahun 2013 silam.

Bahkan pelecehan itu kembali menimpa Melati di usianya beranjak remaja. Di tahun 2016 pada waktu berbeda, remaja putri yang baru saja tamat sekolah dasar itu mengaku diperkosa 2 pria dewasa lainnya.

Berdasarkan keterangan Melati kepada kabarnusantara.net pada Kamis (29/6/2017), Pukul 09.30 Wita di Susteran Gembala Baik Kumba, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT bahwa Ia pernah dilecehkan secara seksual oleh 4 orang pria dewasa masing-masing pada tahun 2013 dan 2016.

Pada tahun 2013, kata Melati, pelaku yang menidurinya adalah Paman kandungnya yang berinisial YE.

“Saat itu, saya sedang bermain dengan teman di halaman rumah. Tiba-tiba bapa tua itu (paman) panggil saya untuk masuk ke kamar. Tanpa curiga, saya pun menuruti. Ia kemudian menutup mulut saya dengan tangan dan membuka celana,” ungkap korban dengan raut wajah pedih.

Aksi sang paman diam-diam diketahui oleh pria dewasa lainnya yang sekampung dengan Melati. Ia pun dijadikan sasaran pelampiasan nafsu bejat sejumlah pria dewasa di kampung itu.

Di tahun 2016 Melati mengaku diperkosa sebanyak 6 kali, oleh 2 orang pelaku. Dikatakan korban Melati, bahwa pria yang menidurinya di tahun 2016 itu bernama AK dan SN.

“AK melakukan itu sewaktu Saya lagi asyik bermain sama cucunya, tiba-tiba tangan saya ditarik ke kamar terus langsung meniduri saya sambil mulut saya ditutup” tuturnya.

“Dia melakukan ini sebanyak 3 kali, Saya lupa tanggalnya. Saya tak kuasa melawan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca menahan pedih.

Lebih lanjut ia menuturkan, salah satu pelaku lain yang berinisial SN adalah seorang pengusaha.

“Dia melakukan itu sewaktu saya disuruh ayah beli rokok di Kios. Tiba-tiba di tengah jalan SN melakukan pemaksaan dengan menarik tangan saya ke dalam WC lalu melakukan hal itu ke saya” tuturnya lagi.

Tak berhenti di situ, Melati mengaku bahwa dirinya pernah dilecehkan secara seksual oleh seorang eks frater berinisial S yang pernah melanjutkan studinya di salah satu lembaga.

“S melakukan hal itu sewaktu Saya masih nonton film di laptop. Dia datang dan langsung memeluk saya dari belakang dan berusaha mencium. Saya pun berontak dan berhasil keluar dari pelukkannya,” ungkapnya.

Pantauan Wartawan kabarnusantara.net, korban sedang dirawat di Susteran Gembala Baik.

“Kami sudah lama disini. Suster merawat anak saya yang sedang dalam keadaan trauma ini. Mentalnya pun terpuruk dan tertekan. Secara kejiwaan dia sedang terluka,” ungkap Ibu Kandung korban sambil bercucuran air mata.

Kejadian keji ini juga telah dilaporkan ke pihak Polsek Waelengga. Dalam laporannya, pihak keluarga korban menyertakan hasil visum dokter, tetapi belum ada penangkapan terhadap pelaku.

“Waktu kami lapor ke Polsek Waelengga, Mereka menyuruh kami supaya bisa hadirkan saksi petunjuk. Tetapi kami tidak punya saksi itu. Kalau ada saksi di saat kejadian tentu tidak akan separah ini,” kata Ibu kandung korban dengan nada sedih.

“Mudah-mudahan bapak bisa sampaikan berita ini agar Polres Manggarai juga tahu,” tuturnya kepada Wartawan.

Pengakuan korban Melati dan Ibunya langsung ditanggapi Kapolres Manggarai, Drs. AKBP Marselis Sarimin Karong, M.Pd kepada Wartawan kabarnusantara.net pada Kamis (29/6/2017), Pukul 13.30 Wita di Ruangan kerjanya.

Marselis mengatakan bahwa laporan keluarga korban belum sampai ke Polres Manggarai.

“Saya kaget dengar berita ini, nanti Saya akan hubungi Kapolsek Waelengga karena ini kejahatan terhadap kemanusiaan,” tutupnya tegas. (Berto Davids/Kbn).

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password