breaking news New

Kasus SMS HT Dinilai Sarat Kriminalisasi Politik

Jakarta, Kabarnusantara.net – Pengamat Sosial Politik, Nico Uskono menilai penetapan tersangka kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) adalah upaya kriminalisasi politik. Pasalnya, penetapan tersebut tidak mengikuti prosedur dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Penetapan tersangka kepada HT patut diduga sebagai upaya kriminalisasi politik, karena tidak mengikuti prosesdur yang berlaku di Indonesia,” ujar Nico, di Jakarta, Jumat (30/6/2017).

Semestinya, kata Nico, penetapan tersangka kepada seseorang harus mengikuti prosedur dan mekanisme formal yang berlaku di negara Indonesia.

Ia menyebut, pernyataan tersangka kepada HT adalah salah satu upaya kriminalisasi yang menyebabkan penilaian negatif terhadap HT.

“Ini sudah jelas mengganggu harkat dan martabat HT sebagai Ketua Umum Perindo. Semestinya dimulai dengan tahapan-tahapan yang berlaku, seperti didahului penyelidikan dan penyidikan,” sambungnya.

Yang menarik, kata dia, penetapan tersangka kepada HT tidak diperkuat dengan alat bukti yang cukup.

Terkuaknya status tersangka HT ini disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo saat diminta tanggapan tentang pemeriksaan jaksa Yulianto oleh Bareskrim, Rabu (14/6/2017) yang lalu.

Ia menambahkan, pernyataan Jaksa Agung sarat dengan kepentingan politik, karena posisi HT yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Perindo. Apalagi, kata dia, Partai Perindo sedang berkembang dengan pesat.

“Bisa saja ada kaitannya dengan kepentingan politik, karena posisi HT sebagai Ketua Umum Perindo menjadi salah satu tokoh politik yang tentu saja patut diperhitungkan dalam pemilu yang akan datang. Sehingga momentum ini bisa saja dimanfaatkan oleh orang lain untuk menjatuhkan beliau,” pungkas dia. (Ervan/KbN) 

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password