breaking news New
Marsel Nagus Ahang (Baju Biru) berhadap-hadapan dengan Sekretaris Dinas PU, Kristo Darmanto

Persoalkan Pengalihan Pokir, Ahang Terlibat Perang Mulut Dengan Sekretaris Dinas PU

RUTENG, Kabarnusantara.net – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Marselinus Nagus Ahang terlibat perang mulut dengan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Kristo Darmanto di Kantor Dinas Pekerjaan Umum di Ruteng, Selasa, 4 Juli 2017.

Hal itu dipicu oleh tudingan Ahang bahwa pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas PU mengalihkan proyek yang termuat dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Menurut Ahang, hasil usulannya di masa reses di daerah pemilihannya di Kecamatan Ruteng dan kemudian termuat dalam Pokir DPRD. Namun pihak Pemerintah mengalihkan proyek hasil Pokir itu ke Kecamatan Cibal.

“Saya datang berkali-kali ke Dinas PU mau menanyakan kenapa hasil reses saya yang termuat dalam Pokir dialihkan ke Kecamatan Cibal,” ujar Ahang dengan nada marah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Manggarai, Kristo Darmanto mengaku tidak mengerti apa substansi dari pertanyaan Anggota DPRD dari Partai PKS itu.

Tak puas dengan penjelasan Darmanto, Ahang pun naik pitam dan perang mulut pun tak terhindarkan. Merasa pimpinannya disudutkan, sejumlah staf Dinas PU pun merangsek masuk dan mencoba melerai.

Tampak seorang staf Dinas PU ikut terpancing emosi dan mengatakan “Masuk orang punya rumah harusnya anda sopan. Bukan datang mengamuk dan marah-marah. Tanya jatah proyek lagi. Kami semakin tidak mengerti, apa maksud semua ini,” ujarnya.

Namun Ahang tampak tetap ngotot dan mulai menuding ada sistem jatah dalam pembagian proyek di Kabupaten itu.

“Saya sudah berkali-kali datang ke sini. Saya mau tanya mana jatah DPRD. Kamu kan tidak tahu. Mana jatah Bupati, jatah Wakil Bupati, jatah Sekda dan Kadis PU,” ujarnya dengan nada marah.

Marsel juga menuding pihak Dinas PU tahu pembagian jatah proyek itu.

Menurut Marsel, pihak Dinas PU mestinya tahu karena dokumen pembagian jatah proyek itu diantar ke Dinas PU.

Menjawab tudingan itu, Kristo Darmanto membantah dengan mengatakan ,”Siapa yang bagi-bagi proyek dan mana dokumennya, tidak ada itu”.

Perang mulut itu pun usai dan Marsel Ahang pun beranjak dari Kantor Dinas PU dengan raut wajah yang tampak muram.

Keributan itu terjadi sekitar pukul 11:45 WITA. Di saat bersamaan pihak eksekutif dan legislatif sedang mengikuti sidang di Gedung DPRD Manggrai dengan agenda Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Penyampaian 6 Ranperda Kabupaten Manggarai dan Jawaban Tertulis Kepala Daerah Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2016.

Di lain kesempatan di Kantor DPRD Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas PU Kabupaten Manggarai, Adrianus Empang kepada wartawan mengatakan tidak ada mekanisme jatah dan bagi-bagi proyek, semuanya mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada.

“Tidak pernah saya lakukan di luar regulasi. Ada 120 paket Pokir yang diakomodir di Dinas PU. Dan saya masih menanti produk perencanaannya. Kalau itu sudah ada baru eksekusi ikut mekanisme kualifikasi dokumen,” ujarnya tegas.

Dirinya juga membantah tidak ada pola jatah-jatahan proyek di dinas yang dipimpinnya itu.

“Saya jamin tidak ada jatah-jatahan dan kapling proyek bahwa ini punya si A, si B dan si C. Semua ikuti mekanisme dan kita mediakan secara transparan,” pungkasnya. (Alfan Manah/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password