breaking news New

LBH Yogyakarta Siap Hadir Dibalik Penderitaan Rakyat Pemilik Kios di Jalan Pasar Kembang

Personel PT. KAI Saat Menggelar Aksi Penertiban Sejumlah Kios yang Ada di Sepanjang Jalan Pasar Kembang

Yogyakarta, Kabarnusantara.net-Penertiban puluhan kios di jalan pasar kembang oleh PT KAI DAOP 6 berlangsung tegang.  Kejadian ini terjadi ketika puluhan pedagang yang akan di tertibkan dan dibongkar kiosnya, berusaha menghalang-halangi petugas.

Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Manunggal Karso  berorasi di depan petugas meminta untuk bernegosiasi dan menggelar spanduk “Kami Pedagang Resmi”.

Sekretaris Paguyuban Effriyon Sikumbang pun menuntut kepada PT KAI agar menunda penertiban.

“Kami menuntut untuk ditunda dulu agar menemukan win-win solution. Kami juga tidak diberikan relokasi yang layak,” ujarnya saat diwawancarai sejumlah awak media pada Rabu (5/7).

Kuasa hukum warga, LBH Yogyakarta dan beberapa anggota DPRD yang hadir saat penertiban mengatakan hal yang sama. Namun usaha negosiasi ini gagal dilakukan dan tim petugas PT KAI tetap menertibkan kios.

Aksi dorong mendorong sempat terjadi di depan rumah  makan Minang Jalan Pasar Kembang no 77. Beberapa warga pun berorasi saat petugas berusaha masuk ke dalam kios.

“Orang kecil tidak dihargai, biarkan kami mencari makan,” teriak salah satu warga pedagang.

Meski demikian usaha penertiban tetap berjalan dan satu persatu isi dari kios diangkut keluar oleh  petugas PT KAI. Selanjutnya setelah dikosongkan, gedung kiospun  diratakan dengan tanah menggunakan alat berat.

Puluhan pedagang pun akhirnya pasrah pada penertiban ini dan mulai mengangkut satu barang mereka dibantu oleh petugas  kedalam truk yang disiapkan.

Sementara itu, LBH Yogyakarta berencana menyiapkan beberapa langkah untuk mendukung pedagang yang terkena penertiban. Yogi dari LBH mengatakan pihaknya pertama akan berkomunikasi kembali dengan warga terdampak pasca penertiban.

“Kami akan berkoordinasi lagi dengan warga pasca penertiban,”terangnya.

Selanjutnya, ia berencana untuk melaporkan penertiban ini kepada ombudsman RI, Komnas HAM dan langkah terakhir melaporkan pidana pada penertiban ini dengan kasus pelanggaran perda no 1 tahun 2015, RDTR.

Sementara itu, Humas PT KAI DAOP 6, Eko Budiyanto menuturkan sebelum penertiban ini,pihaknya sudah menggelar  negosiasi terkait rencana penertiban dan penjelasan lahan yang digunakan pedagang merupakan milik PT Kereta Api Persero.

“Penggusuran ini sebenaranya sudah ada negosiasi dan pemberitahuan, bertahun-tahun kami berusaha sampaikan tapi tidak pernah berhasil,kami juga sudah melayangkan tiga SP sebelum penertiban ini,”tutur Eko.

Mengenai relokasi ,Eko pun mengkonfirmasi pernyataan Efriyon bahwa memang belum ada pembicaraan relokasi pedagang.

Sehingga meski beberapa waktu lalu pedagang kios menyebutkan lokasi Stasiun lempuyangan sebagai tempat relokasi, namun PT KAI tidak menyebutkan adanya rencana relokasi ditempat tersebut. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password