breaking news New
Foto Ilustrasi

Gunakan Tokoh Fiktif, Guru Hamili Siswinya di Bantul-Yogyakarta

Yogyakarta, Kabarnusantara.net-Beragam persoalan terus saja menimpah tubuh lembaga pendidikan. Mulai dari praktik korupsi hingga perbuatan asusila yang dilakukan oleh tenaga pendidik kepada siswi masih marak terjadi.

Hal tersebut, kini menimpah seorang sisiwi di sekolah Mts Negeri Bantul, Yogyakarta.

Siswi di bawah umur tersebut kini menjadi korban seksual akibat perlakuan Guru Bimbingan Konseling (BK) dan saat ini dirinya dalam kondisi mengandung.

Dalam peristiwa ini diduga pelaku berdalih menggunakan tokoh fiktif guna menutupi perbuatannya. Hal tersebut disampaikan Orang tua korban saat diwawancarai sejumlah awak media di kantor Jogja Police Watch pada Kamis, 06 Juli 2017.

Wina yang merupakan orang tua korban asusila berinisial A, menjelaskan pelaku Poniman menggunakan tokoh fiktif bernama Rio. Nama Rio ini menjadi kedoknya agar terhindar dari tuduhan perbuatan asusila dibawah umur.

“Kata Guru BK ini, Rio adalah seseorang yang berasal dari Magelang dan bukan siswa satu Mts dengan anak saya. Namun ternyata setelah saya telusuri tidak ada yang namanya Rio,” ungkap Wina.

Selain itu, Wina memaparkan nama Rio ini disebut oleh pelaku untuk di depan diri orang tua Korban dan berusaha menjelaskan situasi korban A yang hamil dengan usia kehamilan 6 bulan pada Bulan Juni lalu.

Ia melanjutkan, saat itu sang guru berusaha menerangkan bahwa  Rio lah yang menghamili korban A. Namun Guru BK tersebut menyatakan dirinya lah yang akan bertanggung jawab atas bayi yang dikandung A.

“Guru BK ini mengarang cerita kalo Rio lah yang menghamili korban. Ia juga mengatakan dirinya bertanggung jawab atas hamilnya anak saya,”lanjutnya.

Dengan kedok tersebut sehingga terciptalah bahwa motif bahwa korban dihamili orang lain bukan oleh sang Pelaku. Nama guru BK tersebut diharapkan olehnya  bersih dari tuduhan pencabulan dibawah umur.

Tidak hanya itu, berdasarkan paparan korban si A, ia diminta oleh pelaku untuk membantunya dengan menyetujui kedok Rio. Korban pun diming-imingi untuk dinikahinya jika menurut

Sang pelaku menjelaskan kepada korban bahwa tujuan dari caranya tersebut, tidak hanya membersihkan namanya, namun juga cara ini juga dapat menjaga nama baik sekolah.

“Ia mengirim pesan SMS ke anak saya dengan isi ‘jangan memberitahu siapapun agar sekolah tidak hancur’,”terang Wina

Berdasarkan ini pula, ia melaporkan kasus ini dengan tuduhan perbuatan asusila dibawah umur hingga mengarah kehamilan ke Polres Bantul pada tanggal 18 Juni lalu.

Wina berharap agar bantuan hukum oleh JPW dan pelaporan ini dapat memberatkan hukuman pelaku atas tindak asusila pelaku yang merusak masa depan anaknya.

Sang korban A juga berharap agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya atas tindakannya.

“Harapannya dapat dihukum seberatnya-berat, saya sendiri sedih karena tidak bisa melanjutkan sekolah,” tandasnya. (KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password