breaking news New

Warga Borik-Satarmese Barat Desak Pemerintah Manggarai Perhatikan Jembatan Wae Wuang

RUTENG, Kabarnusantara.net – Masyarakat Desa borik, Kecamatan Satarmese Barat mengecam pemerintah kabupaten Manggarai yang dinilai lamban menangani jembatan Wae Wuang di Desa Borik yang ambruk pada Rabu, 05 Juli 2016 lalu.

Theofilus Magung, salah satu warga desa Borik menyayangkan sikap pemerintah kabupaten manggarai karena membiarkan kerusakan jembatan warisan Pater Stanis Ograbek ini selama satu tahun.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai memang tidak memiliki kepekaan terhadap persoalan di Satarmese Barat ini, khususnya Jembatan wae Wuang yang sudah ambruk sejak tahun 2016 lalu,” Ujarnya.

Thefy, begitu ia disapa, berharap jembatan tersebut segera diperbaiki jalur itu menjadi satu-satunya yang menghubungkan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.

Pantauan media Ini pada Rabu, 05 Juli 2017, tampak sepeda motor yang hendak melewati Jembatan tersebut harus menyewa sampan warga setempat dengan biaya Rp 20.000 sekali penyebrangan.

Selain Thefy, warga warga Desa Borik yang berdomisili di Jakarta, Marsel Ndarung juga menanggapi kondisi jembatan tersebut.

Menurut Marsel, kerusakan jembatan mempengaruhi roda perekonomian warga setempat. Distribusi barang menuju Kecamatan Satarmese terkendala. Karenanya, ia mendesak agar pemerintah segera memperbaiki jembatan rusak itu.

“Kerusakan Jembatan tersebut membawa dampak kerugian secara ekonomi bagi warga sekitar. Banyak kebutuhan pokok yang terkendala distribusinya karena mobil pengangkutnya tidak bisa melewati jembatan wae wuang,” tandas Ndarung. (LN/OW/KbN)

<

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password